Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia terus memperkuat skuad melalui strategi naturalisasi pemain keturunan dan pemain asing yang lama berkarier di Liga Indonesia, sebuah upaya yang kini menjadi sorotan media Vietnam. Soha.vn, outlet olahraga ternama di Vietnam, menilai langkah ini bisa menjadikan Indonesia sebagai kekuatan dominan di Asia Tenggara jika berjalan konsisten. Pemain-pemain seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Emil Audero, Justin Hubner, Thom Haye, dan Ole Romeny telah menjadi bagian integral tim nasional, membawa pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad Garuda.
Perhatian khusus kini tertuju pada Demiane Agustien, pemain muda berdarah Indonesia-Belanda yang dikaitkan dengan akademi Arsenal. Ia memiliki garis keturunan dari neneknya yang lahir di Jakarta, namun statusnya masih dipertanyakan karena sebelumnya pernah membela tim U-17 Curacao dan Belanda. Proses perpindahan asosiasi FIFA belum selesai, dan PSSI belum mengajukan dokumen resmi ke Kementerian Hukum dan HAM Indonesia. Penasihat khusus Menteri Hukum, Noor Korompot, membenarkan adanya verifikasi dokumen, tetapi identitas pemain belum diumumkan secara resmi.
Selain Agustien, nama Joshua Baker, gelandang kelahiran 2009 dan adik Mitchell Baker, juga masuk radar pengembangan tim nasional. Pemain ini telah memperoleh kewarganegaraan Indonesia dan mengikuti pemusatan latihan Timnas U-20 di China pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Pelatih U-20, Nova Arianto, masih mengevaluasi performanya sebelum memutuskan kelayakannya masuk skuad.
Di sisi lain, PSSI juga membuka peluang naturalisasi bagi pemain asing yang sudah lama berkarier di Indonesia. Gelandang asal Jepang, Taisei Marukawa, yang memperkuat Dewa United selama lima tahun, dikabarkan sedang mengajukan proses kewarganegaraan. Jika memenuhi syarat FIFA, ia berpotensi menambah opsi di lini serang tim nasional.
Perubahan komposisi skuad ini tidak hanya meningkatkan kualitas individu, tetapi juga menciptakan persaingan internal yang sehat, memungkinkan pelatih memilih strategi lebih fleksibel. Proyek ini juga menunjukkan komitmen jangka panjang, dengan fokus pada regenerasi lewat pemain muda keturunan. Bagi Vietnam — salah satu kekuatan tradisional sepak bola ASEAN — perkembangan ini menjadi sinyal serius bahwa Indonesia sedang membangun tim nasional dengan basis yang lebih luas, berpotensi menggeser peta kekuatan di kawasan.















