Sumbawanews.com,- PSSI resmi membatalkan laga persahabatan Timnas Indonesia melawan Yordania pada FIFA Matchday November 2026, setelah mengajukan permohonan penundaan kepada Federasi Sepak Bola Yordania (JFA). Keputusan ini diambil atas pertimbangan keamanan di kawasan Timur Tengah, yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa pembatalan bukan keputusan se sepihak, melainkan hasil evaluasi mendalam bersama tim teknis. Kini, PSSI menyerahkan penyusunan rencana pengganti kepada Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih kepala John Herdman.
Pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026, dibatalkan setelah JFA mengonfirmasi permintaan resmi dari PSSI. Federasi Yordania juga menyebut PSSI telah menyampaikan permintaan maaf atas ketidakmampuan memenuhi jadwal. Pembatalan ini membuat Timnas Indonesia kehilangan salah satu uji coba penting dalam rangka persiapan Piala Asia 2027. Namun, Erick Thohir menekankan bahwa perubahan jadwal turnamen oleh AFC membuat agenda November 2026 tidak lagi relevan sebagai persiapan langsung. Piala Asia 2027 yang semula dijadwalkan 7 Januari hingga 5 Februari 2027 kini diundur menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028, dengan status persetujuan FIFA masih menunggu.
Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, pelatih John Herdman memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan strategi dan menguji komposisi tim. Namun, PSSI tetap berkomitmen agar skuad Garuda tidak kehilangan momentum kompetitif. BTN dan Herdman kini sedang mengevaluasi sejumlah opsi lawan pengganti yang bisa memberikan tantangan teknis dan taktis sesuai level kompetisi Piala Asia 2027. Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand — tiga tim dengan kualitas tinggi yang menuntut persiapan matang.
Catatan positif Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, di mana mereka berhasil melangkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah, menjadi motivasi tambahan untuk terus membangun performa tim. Sementara itu, Australia diketahui tetap melanjutkan rencana tur ke Timur Tengah, memperjelas bahwa keputusan PSSI bersifat strategis dan berbasis risiko, bukan karena ketidakmampuan logistik. PSSI menegaskan bahwa keputusan lawan pengganti akan diumumkan setelah konsultasi mendalam dengan tim teknis dan mempertimbangkan kesiapan pemain serta aspek keamanan.















