Home Berita Olah Raga Declan Rice Kelelahan, Arsenal Terancam Kehilangan Kendali di Babak Kedua

Declan Rice Kelelahan, Arsenal Terancam Kehilangan Kendali di Babak Kedua

Sumbawanews.com,- Arsenal meraih kemenangan 2-1 atas Slavia Praha dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, di Fortuna Arena, Praha. Noni Madueke membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-9, diikuti gol Viktor Gyokeres di menit ke-38 yang mengakhiri puasa golnya di kompetisi Eropa musim ini. Slavia Praha memperkecil skor lewat Wiktor Nowak pada menit ke-90, namun Arsenal bertahan untuk membawa pulang tiga poin. Di tengah kemenangan itu, penampilan Declan Rice menjadi sorotan setelah ia terlihat kelelahan parah di babak kedua, meski tetap bertahan selama 90 menit.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai Rice masih mampu menjalankan tugasnya meski fisiknya tampak terbatas. Namun, mantan pemain Arsenal dan Timnas Inggris, Karen Carney, mengungkapkan kekhawatiran mendalam. Menurutnya, Rice adalah salah satu tulang punggung lini tengah The Gunners, dan ketika kondisi fisiknya menurun, permainan tim langsung kehilangan struktur dan kekuatan. “Declan Rice jelas merupakan gelandang terbaik di negara ini, menurut saya,” ujar Carney kepada TNT Sports. “Ketika dia kelelahan dan mengalami penurunan kondisi fisik, Arsenal menjadi tim yang berbeda. Begitu pula ketika dia tidak berada dalam permainan.”

Carney menekankan bahwa penurunan energi Rice di babak kedua menjadi titik balik pertandingan. “Pada babak kedua, dia terlihat benar-benar kehabisan tenaga. Bagi saya, saat itulah Arsenal menjadi tim yang berbeda dan sedikit kehilangan arah permainan.” Analisisnya menggarisbawahi betapa krusialnya peran Rice tidak hanya dalam hal distribusi bola, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan dan intensitas permainan Arsenal secara keseluruhan.

Dengan jadwal padat yang menghadang, termasuk laga lanjutan Liga Premier dan kompetisi Eropa, pemulihan fisik Rice menjadi kunci vital bagi Arsenal dalam mempertahankan ambisi juara musim ini. Arteta dan staf medis kini dihadapkan pada tantangan besar: menjaga performa Rice tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjangnya.

Previous articleVeda Ega dan Mario Aji Bertahan di Qatar, Fokus pada Balapan di Tengah Ketegangan Global
Next articlePSIM Yogyakarta Siap Uji Nyali Dewa United di Kandang