Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar menjelang FIFA Matchday November 2026 setelah penyerang utama Ole Romeny dipastikan cedera pergelangan kaki serius dengan masa pemulihan lebih panjang dari perkiraan. Kehilangan pemain yang menjadi motor serang skuad Garuda menjadi pukulan berat bagi pelatih John Herdman, namun strategi permainan tidak terganggu berkat sejumlah opsi alternatif berkualitas yang siap dipanggil. Lima pemain kini menjadi calon utama untuk mengisi posisi kosong di lini depan, mulai dari striker berpostur tinggi hingga penyerang lincah dengan insting gol tajam.
Rafael Struick menjadi pilihan terkuat mengingat pengalaman sebelumnya bersama Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong dan kemampuannya bermain sebagai false nine maupun winger. Dengan mobilitas tinggi dan fleksibilitas taktis, Struick diyakini mampu menjaga ritme serangan tim. Di sisi lain, Mauro Zijlstra menawarkan solusi klasik sebagai target man murni, dengan keunggulan fisik dan kemampuan menguasai udara di kotak penalti. Meski baru mencetak satu gol dari enam laga di Super League 2026-2027 bersama Arema FC, potensinya sebagai penyelesaian akhir tetap diakui.
Ragnar Oratmangoen, yang sebelumnya bermain sebagai winger, bisa diposisikan sebagai striker bayangan atau penyerang tunggal mengingat etos kerja tinggi dan disiplin pressing-nya. Pemain Persib Bandung ini pernah mencetak gol saat melawan Singapura dan kini memiliki peluang lebih besar untuk tampil sebagai ujung tombak. Sementara itu, Ramadhan Sananta, meski belum mencetak gol dalam tiga laga terakhir bersama Persebaya, tetap diandalkan karena insting poacher-nya yang tajam dan kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun di depan gawang.
Terakhir, Hokky Caraka dari Persita Tangerang menjadi opsi muda dengan energi tinggi dan tekanan fisik konsisten. Meski belum mencetak gol di Super League 2026-2027, ia telah menyumbangkan satu assist dari tujuh penampilan, menunjukkan kontribusi nyata dalam memecah pertahanan lawan. Dengan kelima pemain ini, John Herdman memiliki beragam pilihan taktis untuk menggantikan kehadiran Ole Romeny tanpa mengorbankan daya gedor lini depan Timnas Indonesia.















