Sumbawanews.com,- Jack Miller dan sejumlah pembalap MotoGP menolak tegas keberlanjutan balapan di Qatar pekan ini, menyusul ketegangan keamanan di Timur Tengah, setelah seri terakhir di Sepang. Miller menyatakan bahwa 19 dari 20 pembalap tidak ingin pergi ke Losail, dan bersama tim, mereka menyampaikan penolakan tegas kepada penyelenggara. Keputusan akhir pun berubah: Yamaha menarik diri dari balapan Qatar, mengikuti tekanan kolektif para pembalap dan staf yang menilai kondisi tidak aman. Akibatnya, Miller, Fabio Quartararo, Alex Rins, dan Toprak Razgatliouglu tidak akan bertanding di sirkuit tersebut.
Miller, yang berbicara usai balapan di Sepang, mengatakan bahwa para pembalap telah menyampaikan opini yang jelas: “Saya tidak ingin pergi. Semuanya pun begitu.” Ia menekankan bahwa keputusan untuk tetap menggelar balapan di tengah ketidakpastian politik dan keamanan tidak bisa diterima, terutama karena risiko tidak hanya menimpa pembalap, tetapi juga seluruh staf, mekanik, dan pendukung di paddock. “Silakan berbicara pada 50 persen orang di paddock, tidak ada yang ingin pergi. Saya tak paham alasan kami harus ke sana,” tegasnya.
Ia menyerukan persatuan di antara para pembalap sebagai senjata paling kuat untuk memengaruhi keputusan organisasi. “Kami harus bersatu dan melakukan yang terbaik yang kami bisa, dan memberikan ancaman dengan amunisi yang kami miliki,” ujar Miller. Tekanan kolektif ini berbuah hasil: Yamaha menjadi tim pertama yang secara resmi menarik diri dari MotoGP Qatar, memicu kemungkinan besar bahwa balapan di Losail akan berlangsung tanpa sejumlah tim utama.
Dengan keputusan ini, MotoGP menghadapi ujian besar antara komitmen kalender dan keamanan manusia — dan kali ini, suara para pelaku di balik sepeda motor berhasil didengar.















