Sumbawanews.com,- Dedi Kusnandar, gelandang bertahan berusia 35 tahun asal Sumedang, tetap menjadi pilar penting Persib Bandung hingga musim 2026-2027, meski kerap tampil sebagai pemain pengganti. Lahir pada 23 Juli 1991, pemain yang dikenal dengan sapaan Dado ini kembali memperkuat Maung Bandung sejak Desember 2016 setelah pengalaman singkat di Sabah FA, Malaysia, dan kini menjadi salah satu senior paling diandalkan di lini tengah tim asuhan Robert Alberts.
Dedi memulai karier sepak bola di akademi Persib pada 2005–2008, lalu bergabung dengan Pelita Jaya hingga 2010. Karier profesionalnya melewati berbagai klub: Pelita Jabar (2008), Pelita Bandung Raya, Arema Cronus (2013), Persebaya DU (2013–2014), sebelum kembali ke Persib pada 1 Juli 2014 dengan status bebas transfer. Setelah masa singkat di Malaysia, ia kembali ke Bandung pada 26 Desember 2016 dan terus bertahan hingga kini, dengan kontrak terbaru diperpanjang pada 11 Januari 2025. Pada musim 2025-2026, ia sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC demi pemulihan dari cedera serius, dan kembali ke Persib pada 30 Januari 2026.
Penampilan terakhirnya tercatat pada 1 November 2026, saat Persib menang 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC. Dedi tampil sebagai starter, berduet dengan Marc Klok di lini tengah, dan menjalani 59 menit pertandingan. Dengan tinggi 175 cm dan kaki kanan dominan, ia mampu bermain sebagai gelandang bertahan, tengah, bahkan serang. Pengalaman panjangnya di berbagai level kompetisi, ditambah kepemimpinan di lapangan, menjadikannya panutan bagi pemain muda Persib.
Meski tak lagi menjadi starter tetap, Dedi tetap menjadi opsi strategis pelatih untuk menjaga ritme permainan, mengatur tempo, dan memberi stabilitas di tengah lapangan. Kehadirannya bukan sekadar soal statistik, tapi nilai-nilai ketahanan, disiplin, dan kesetiaan yang langka di era sepak bola modern.















