Sumbawanews.com,- Barcelona menjamu Aston Villa di Camp Nou pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027, Rabu (4/11/2026) pukul 03.00 WIB, dalam laga yang menentukan nasib kedua tim di kompetisi Eropa. Tuan rumah datang dalam kondisi terpuruk setelah kalah 2-4 dari PSG di laga sebelumnya, sementara Aston Villa tampil sebagai tim paling menakutkan di fase liga, dengan empat kemenangan beruntun dan 43 gol dalam 10 pertandingan terakhir di Liga Champions.
Barcelona masih tangguh di kandang, dengan 10 kemenangan dari 12 laga terakhir di fase grup dan fase liga Liga Champions, termasuk kemenangan telak 5-1 atas Feyenoord di matchday pertama. Namun, masalah pertahanan menjadi ancaman serius: mereka belum mampu menjaga gawang tetap bersih dalam 18 pertandingan berturut-turut di kompetisi ini, dan kebobolan gol pertama dalam sembilan dari 12 laga terakhir. Kekalahan 2-4 dari PSG memperburuk tekanan pada Hansi Flick dan timnya untuk segera bangkit.
Sementara itu, Aston Villa datang dengan momentum luar biasa. Klub asuhan Unai Emery mencatat rekor terbaik sepanjang sejarah klub dengan empat kemenangan beruntun di Liga Champions, termasuk kemenangan 3-1 atas Viking di matchday ketiga. Lini serang mereka menjadi mesin paling ganas di kompetisi: tujuh dari sembilan laga terakhir di Eropa menghasilkan minimal tiga gol, dengan rata-rata 4,3 gol per pertandingan dalam 10 laga terakhir di Liga Champions. Gol-gol mereka dicetak oleh berbagai pemain, termasuk Emiliano BuendÃa yang mencetak dua gol saat mengalahkan Viking, dan Johan Manzambi yang mencetak gol pertama Villa di Liga Champions saat mengalahkan Fenerbahce.
Secara historis, Barcelona dan Aston Villa pernah bertemu dua kali di kompetisi Eropa. Barcelona menang agregat 4-3 di perempat final Piala UEFA 1977/1978, tetapi Villa membalasnya dengan kemenangan agregat 3-1 di Piala Super Eropa 1982. Kedua tim sama-sama memiliki kekuatan ofensif, tetapi Barcelona harus mengatasi kelemahan defensifnya, sementara Villa berusaha membuktikan bahwa konsistensi mereka bukan sekadar keberuntungan. Laga ini bukan hanya soal poin, tapi juga soal reputasi di panggung Eropa.















