Sumbawanews.com,- Liverpool memainkan Ronald Araujo sebagai bek kanan dalam delapan penampilannya di Premier League, enam di antaranya sebagai starter, namun keputusan ini menimbulkan keterbatasan dalam aspek serangan dari sisi kanan pertahanan. Pelatih Andoni Iraola mengakui bahwa postur tubuh dan kekuatan fisik Araujo sangat membantu tim dalam situasi bola mati, dengan statistik mencatat ia memenangkan 70% duel udara dan rata-rata 3,1 sapuan serta 1,1 tekel per pertandingan. Namun, Iraola menegaskan bahwa Liverpool tidak bisa mengharapkan kontribusi menyerang dari Araujo selevel bek sayap tradisional, mengingat ia lebih dikenal sebagai bek tengah sejak masa di Barcelona.
Araujo, yang bergabung dengan Liverpool secara pinjaman menjelang musim 2026/2027, memiliki rata-rata 3,3 kali merebut kembali bola per laga dan memenangkan 65% duel secara keseluruhan. Meski kontribusinya di pertahanan solid, ia dianggap kurang lincah dalam penguasaan bola dibanding rekan-rekannya seperti Virgil van Dijk dan Jeremy Jacquet. Liverpool sendiri menempati peringkat ketiga Premier League dalam expected goals against (xGA) dengan angka 8,82, dan mencatat empat clean sheet dalam enam laga terakhir—tiga dari empat gol yang kebobolan terjadi setelah Ryan Gravenberch menerima kartu merah melawan Manchester City.
Iraola menilai bahwa mempertahankan Araujo sebagai opsi fleksibel di lini belakang adalah strategi masuk akal, tetapi tim perlu merekrut bek sayap yang mampu mengisi ruang serang di sisi kanan. Penambahan gelandang kreatif dan perkembangan Trey Nyoni juga disebut sebagai solusi potensial untuk meningkatkan penguasaan bola. Sementara itu, Liverpool memiliki opsi membeli Araujo secara permanen dengan harga 55 juta euro (sekitar 47,14 juta poundsterling), namun belum ada kepastian apakah opsi itu akan dieksekusi pada bursa transfer Januari.















