Sumbawanews.com,- Jonatan Christie bertemu Lakshya Sen dalam laga final Hylo Open 2026 di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, pada Minggu, 1 November. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi bulutangkis Indonesia, sebab Jonatan berusaha mempertahankan gelar juara bertahan, sementara Sen berambisi merebut titel keduanya setelah menang pada 2019. Keduanya sama-sama melangkah ke final setelah mengalahkan unggulan lebih tinggi, memperkuat narasi pertarungan yang penuh kejutan.
Jonatan, unggulan keempat, melangkah ke final setelah menang 21-18 pada gim pertama melawan unggulan pertama Anders Antonsen, sebelum lawannya mundur saat skor 16-13 pada gim kedua. Sementara itu, Lakshya Sen, unggulan ketujuh, mengalahkan unggulan keenam Toma Junior Popov untuk menembus final. Ini menjadi pertemuan ketujuh antara keduanya sejak 2020, dengan catatan head-to-head: Jonatan menang empat kali, Sen tiga kali. Namun, dalam dua pertemuan terakhir, Sen berhasil menang straight game atas Jonatan.
Jonatan adalah juara bertahan Hylo Open setelah menaklukkan Magnus Johannesen pada 2025. Sementara Sen, yang terhenti di perempatfinal tahun lalu setelah kalah dari Alex Lanier, kini kembali menunjukkan bentuk terbaiknya. Pada 2019, Sen pernah menjadi juara Hylo Open—dan saat itu, tidak ada wakil Indonesia yang tampil di final turnamen ini.
Jika Jonatan menang pada final ini, ia akan menjadi atlet tunggal putra Indonesia kedua yang meraih gelar beruntun di Hylo Open, menyusul Hargiono yang menjuarai turnamen ini tiga kali berturut-turut pada 1993–1995. Kemenangan ini juga akan menjadi bukti ketangguhan Jonatan di level internasional, sekaligus ujian berat bagi Sen yang berusaha membuktikan dominasinya atas sang juara bertahan dalam beberapa pertemuan terakhir.















