Sumbawanews.com,- Chelsea akan menjamu Manchester United di Stamford Bridge pada Sabtu (31/12) dalam lanjutan Liga Inggris, dalam laga yang menyimpan sejumlah catatan sejarah dan tekanan besar bagi kedua tim. The Blues, yang kini berada di posisi kelima dengan 17 poin, masih jauh dari puncak klasemen dengan selisih delapan poin dari pemimpin, sementara Setan Merah terpuruk di peringkat 16 dengan hanya tujuh poin dan satu kemenangan sejauh ini.
Chelsea hanya menang dua kali dari 17 pertemuan terakhir melawan Manchester United di Premier League, dengan delapan hasil imbang dan tujuh kekalahan menjadi catatan buruk mereka dalam dua dekade terakhir. Jika MU kembali kalah dengan selisih tiga gol atau lebih, ini akan menjadi kali pertama sejak 1961 mereka mengalami tiga kekalahan berturut-turut dengan margin sebesar itu. Performa Manchester United pun terus memburuk: mereka belum menang dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi, dengan tiga seri dan lima kekalahan menjadi gambaran krisis kepercayaan diri.
Di sisi lain, Chelsea memiliki catatan buruk di kandang saat Halloween — kalah 1-2 dari Sheffield United pada 1992/1993 dan 1-3 dari Liverpool pada 2015/2016 — meski laga ini bukan Halloween, namun simbolisme tanggal akhir tahun dan tekanan mental bisa jadi faktor psikologis. Manchester United sendiri berhasil mengalahkan Chelsea dua kali musim lalu, dan jika menang lagi, mereka akan mencatatkan tiga kemenangan beruntun atas The Blues untuk pertama kalinya sejak September 1965 — sebuah rekor yang belum pernah terulang dalam hampir enam dekade.















