Sumbawanews.com,- Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai melakukan renovasi strategis di Stadion Utama Gelora Bung Karno sejak 30 Oktober 2026, dengan fokus pada penguatan struktur lapangan demi mendukung kebutuhan event olahraga dan hiburan global. Perbaikan ini bertujuan memperkuat Daya Dukung Lapangan (Field of Play/FOP) yang saat ini mampu menahan beban 150–200 kg/m², agar mampu menopang panggung megah konser internasional dan kegiatan besar lainnya tanpa merusak infrastruktur bawah tanah. Renovasi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan GBK untuk tetap menjadi pusat olahraga dan hiburan bertaraf dunia, sekaligus menjawab dinamika tren pertunjukan global yang semakin kompleks.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan bahwa penguatan struktur FOP bukan sekadar perawatan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas, keamanan, dan daya saing GBK di kancah internasional. “Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” ujarnya dalam bincang-bincang dengan awak media di Senayan, Jumat (30/10/2026).
Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya frekuensi konser musik internasional yang menggunakan panggung center stage di tengah lapangan. Beban berat dari peralatan produksi, sound system, dan struktur panggung berpotensi merusak lapisan bawah lapangan, mengganggu sistem drainase, hingga menyebabkan genangan dan ketidakrataan permukaan. Tanpa intervensi, risiko ini bisa mengancam integritas lapangan yang selama ini menjadi andalan pertandingan timnas Indonesia, termasuk laga melawan Malaysia dalam FIFA ASEAN Cup 2026 pada 28 September 2026, yang dijalani Calvin Verdonk dan kawan-kawan.
Sebelumnya, PPKGBK telah membuktikan komitmennya pada 2022 dengan merevitalisasi lapisan rumput Stadion Utama GBK demi menyambut Piala Dunia U-20 2023. Prosesnya melibatkan ahli internasional, pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling, penanaman rumput, hingga perawatan intensif. “Komitmen terhadap kualitas lapangan bukan hal baru bagi PPKGBK,” kata Mokhamad Rofik Anwar, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, menegaskan bahwa langkah terbaru ini adalah kelanjutan logis dari upaya berkelanjutan menjadikan GBK sebagai magnet acara dunia—baik olahraga maupun non-olahraga.















