Sumbawanews.com,- Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah mengirimkan seluruh dokumen naturalisasi bek senior Shane Lowry ke FIFA, sebagai bagian dari strategi memperkuat tim nasional menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2030. Pemain berusia 37 tahun asal Australia itu, yang telah membela Johor Darul Ta’zim sejak 2021, memenuhi syarat masa tinggal berturut-turut lima tahun di Malaysia dan kini menunggu persetujuan resmi dari badan sepak bola dunia. Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Haji Rahman, mengonfirmasi bahwa berkas Lowry telah lengkap dan dikirimkan, dengan proses evaluasi FIFA diprediksi segera selesai dalam waktu dekat.
Lowry, yang pernah berkembang di akademi Aston Villa dan bermain untuk klub-klub top Liga Inggris seperti Leeds United, Millwall, dan Birmingham City, menjadi pilar utama pertahanan JDT selama tiga musim terakhir. Postur tubuhnya yang tangguh, pengalaman bertanding di liga-liga kompetitif, dan konsistensi di lapangan dianggap sebagai aset berharga bagi lini belakang Timnas Malaysia yang tengah membangun identitas lebih solid. Kehadirannya akan menambah daftar pemain naturalisasi yang sudah ada, yakni Bergson da Silva dan Manuel Hidalgo, sekaligus menandai pergeseran kebijakan FAM dari fokus pada pemain keturunan di luar negeri ke perekrutan pemain asing berkualitas yang sudah berakar di Liga Super Malaysia.
Meski usianya menjadi bahan perdebatan, respons publik sepak bola Malaysia terhadap langkah ini cenderung positif. Strategi ini tidak hanya bertujuan memperkuat tim untuk ajang jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang menghadapi tantangan Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang dimulai Maret 2027. Dengan Lowry yang siap memakai jersey merah-putih jika FIFA menyetujui prosesnya, Timnas Malaysia semakin dekat dengan formasi yang lebih berpengalaman dan berkelas internasional.















