Sumbawanews.com,- Kylian Mbappe menghadapi serangkaian konsekuensi serius setelah komentarnya tentang meme yang menyandingkan wajahnya dengan gambar Mao Zedong memicu kemarahan di China. Pernyataan itu, yang ia anggap lucu, dianggap sangat sensitif di negara tersebut, memicu reaksi massal di media sosial, penghentian siaran televisi, dan pembatalan kontrak sponsor senilai Rp110 miliar. Dampaknya bahkan menyebar ke La Liga, yang terpaksa menghadapi tekanan diplomatik dan reputasi akibat tindakan pribadi sang pemain.
Dua merek asal China, Bushuila dari Dongpeng dan Mengniu, langsung menghentikan kerja sama dengan Mbappe. Menurut laporan Time Magazine yang mengutip Le Monde, nilai total kontrak yang hilang diperkirakan mencapai 50 juta yuan atau sekitar Rp110 miliar. Iklan-iklan yang sebelumnya menampilkan Mbappe juga ditarik dari semua platform media di China, menghapus kehadirannya dari kampanye promosi yang telah berjalan lama.
Lebih jauh, televisi pemerintah China menghentikan siaran langsung pertandingan La Liga yang melibatkan Mbappe, sebuah langkah langka yang menunjukkan seberapa dalam dampak politik dan budaya dari candaan seorang atlet. Presiden La Liga, Javier Tebas, pun terpaksa angkat bicara. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar China, menegaskan bahwa pernyataan Mbappe bersifat pribadi dan tidak mewakili liga: “Saya menyesali rasa tersinggung yang ditimbulkan Kylian Mbappe di kalangan penggemar Tiongkok. Komentar-komentar tersebut disampaikan atas nama pribadi dan tidak mewakili La Liga,” ujarnya, dikutip dari The Straits Times.
Di media sosial China, khususnya Weibo, empat topik terkait Mbappe masuk dalam 10 pencarian terpopuler pada Selasa (27/10). Banyak pengguna menyerukan agar ia dimasukkan ke daftar hitam dan nilai komersialnya diturunkan secara sistematis. Meski Mbappe telah meminta maaf dan mengakui bahwa komentarnya tidak tepat serta menyakiti banyak orang di China dan komunitas Tiongkok di seluruh dunia, respons publik menunjukkan bahwa permintaan maaf itu belum cukup untuk meredam amarah yang telah membesar.















