Home Berita Olah Raga MotoGP Qatar 2026 Terancam Batal, Pembalap Tuntut Jaminan Keamanan

MotoGP Qatar 2026 Terancam Batal, Pembalap Tuntut Jaminan Keamanan

Sumbawanews.com,- MotoGP Qatar 2026 berpotensi dibatalkan menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah, dengan rencana balapan pada 6–8 November mendatang kini diuji oleh kekhawatiran mendalam dari para pembalap. Wakil CEO MotoGP Group, Carlos Ezpeleta, direncanakan terbang ke Doha pekan ini untuk meminta jaminan keamanan resmi dari otoritas Qatar, menyusul penolakan mayoritas pembalap terhadap penyelenggaraan balapan di tengah konflik regional yang belum mereda. Balapan yang awalnya dijadwalkan pada April, ditunda karena perang di Iran, lalu dipindahkan ke awal November, namun situasi keamanan di kawasan itu tetap tidak stabil, terutama setelah serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur sipil di Arab Saudi memicu peringatan perjalanan dari berbagai negara.

Para pembalap mengungkapkan keberatan mereka dalam pertemuan tertutup saat MotoGP Australia di Phillip Island, menuntut jaminan konkret bahwa tidak ada risiko ancaman terhadap keselamatan mereka, tim, dan personel paddock. Ezpeleta berencana melakukan pembicaraan langsung dengan pihak berwenang Qatar sebelum MotoGP Malaysia sebagai upaya terakhir untuk meyakinkan pihak-pihak terkait. Di sisi lain, operator MotoGP tetap bersikeras melanjutkan balapan karena nilai ekonomi besar yang dihasilkan Sirkuit Lusail bagi Dorna, meski risiko terbesar tetap berupa kemungkinan penutupan wilayah udara yang bisa menjebak seluruh rombongan di Qatar dan mengganggu seri terakhir musim 2026 di Portugal dan Valencia.

Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, menegaskan bahwa tim tidak memiliki otoritas untuk membatalkan keikutsertaan. “Jika penyelenggara memberi tahu kami bahwa kondisi keamanan sudah memenuhi syarat untuk balapan, kami tentu akan melakukannya. Kami tidak berada dalam posisi untuk mengatakan bahwa kami tidak akan datang. Sejauh ini, belum ada alasan untuk tidak pergi,” ujarnya. Hingga kini, keputusan akhir berada di tangan penyelenggara, sementara para pembalap menunggu jaminan nyata sebelum memasuki wilayah yang dinilai semakin berisiko.

Previous articleJanice Tjen dan Venus Williams Lengkapi Kejutan di Guangzhou Open 2026
Next articleModifikasi Cuaca di Palembang, Satgas Udara Tabur 8,4 Ton Garam Semai