Sumbawanews.com,- Legenda UFC Demetrious Johnson menolak tawaran untuk menjadi pelatih corner Bilal Hasan, petarung berdarah Indonesia yang baru saja resmi bergabung dengan UFC. Johnson mengaku belum pantas mengambil peran itu meski pernah melatih Bilal selama lima hingga enam tahun, karena pelatih utama Bilal, Charlie Pearson, telah lama mendampinginya hingga mencapai panggung UFC. Menurut Johnson, Pearson adalah sosok yang berhak menjadi corner utama Bilal, dan keberhasilan petarung berjuluk “Indo Ninja” saat ini adalah hasil dari kerja tim yang sudah lama terbina.
Johnson, yang dikenal sebagai salah satu petarung terbaik sepanjang sejarah UFC dengan gaya bertarung yang tenang dan presisi, mengakui bahwa dirinya memiliki kapasitas untuk membantu Bilal secara teknis. Namun, ia menekankan bahwa keputusan untuk bergabung sebagai pelatih harus didasarkan pada kebutuhan dan perjalanan karier Bilal, bukan sekadar keinginan pribadi. “Saya tidak akan jadi [pelatihnya] karena saya pernah berlatih bersama Bilal selama sekitar lima atau enam tahun. Saya belum berhak menjadi corner Bilal,” ujar Johnson dalam wawancara podcastnya.
Ia menambahkan, meski terbuka untuk pertimbangan jika Bilal meminta, ia ingin memastikan kehadirannya benar-benar memberi dampak positif dan tidak mengganggu dinamika tim yang sudah solid. “Ini adalah momen spesial bagi Bilal dan timnya,” katanya. Johnson menegaskan, setiap keputusan harus berorientasi pada fokus dan ketajaman mental Bilal, bukan pada nama besar sang pelatih.
Bilal Hasan resmi masuk UFC setelah menang KO di ronde pertama atas Mridul Saikia pada 11 Agustus. Dua pekan kemudian, pada 29 Agustus, ia menjalani debut UFC melawan Nilson Rojas dan kembali menang dengan KO di ronde kedua. Kini, “Indo Ninja” akan menghadapi Luis Gurule dalam laga UFC 334 di New York pada 14 November mendatang, menjadi momen penting dalam perjalanan karier profesionalnya di panggung tertinggi MMA dunia.















