Sumbawanews.com,- Tujuh pemain asing dan keturunan Indonesia kini menjadi fokus naturalisasi menjelang Piala Asia 2027, dengan sejumlah nama telah memulai proses administratif dan lainnya masih dalam tahap penilaian. Para pemain ini, yang berasal dari Islandia, Jerman, Belanda, Brasil, dan Jepang, dipantau langsung oleh staf Kementerian Hukum dan PSSI untuk memperkuat skuad Garuda di bawah pelatih John Herdman.
Markús Páll Ellertsson, penyerang berusia 20 tahun dari Islandia yang membela ÍA Akranes dan mencetak 15 gol dalam 29 laga musim 2026, menjadi sorotan setelah Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, menyebutnya masuk dalam radar Timnas. Pemain ini memiliki garis keturunan Indonesia melalui ibunya yang lahir di Jakarta. Di sisi lain, Reno Münz, bek 21 tahun kelahiran Jakarta yang kini bermain untuk KVC Westerlo, dikaitkan dengan proses naturalisasi setelah Noor Korompot menyebut ciri-ciri pemain dengan followers Instagram sekitar 9.000 yang lahir di ibu kota. Demiane Agustien, gelandang 19 tahun dari Arsenal U-21, juga menjadi kandidat kuat karena memiliki darah Indonesia melalui neneknya yang lahir asli di Indonesia, dengan ibu berdarah campuran Mesir-Indonesia. PSSI dikabarkan sedang mengkaji kemungkinan naturalisasi sang pemain.
Di luar Eropa, Ciro Alves dan David da Silva, dua penyerang Brasil yang pernah membela Persib Bandung, telah mengambil langkah nyata. Ciro Alves mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku Utara pada 8 Desember 2025 untuk mengurus kewarganegaraan, didukung penuh oleh klubnya, Java United. David da Silva, yang berkarier di Indonesia sejak 2018 dan pernah menjadi mesin gol Persib, dikabarkan tertarik mengikuti jejak rekan satu timnya itu. Di Belanda, Jordy Wehrmann, gelandang Madura United yang memiliki darah Indonesia dari ibunya, mengaku masih menunggu perkembangan proses naturalisasi dan berharap prosesnya berjalan cepat, seperti yang diungkapkannya pada Agustus 2026. Sementara itu, Taisei Marukawa, winger 29 tahun dari Dewa United, telah menyerahkan seluruh dokumen naturalisasi dan kini menunggu persetujuan lanjutan, setelah lima tahun berkarier di kompetisi domestik.
Meski belum semua nama resmi diajukan ke PSSI, ketujuh pemain ini menjadi kunci strategis Indonesia dalam memperkuat tim menjelang ajang Asia 2027.















