Sumbawanews.com,- Julian Nagelsmann menjadi nama yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Michael Carrick di kursi pelatih Manchester United, menyusul serangkaian hasil buruk yang memicu tekanan terhadap manajemen sementara klub. Namun, mantan CEO Bayern Munich, Oliver Kahn, meminta pelatih asal Jerman itu untuk tidak terburu-buru menerima tawaran tersebut, mengingat ketidakstabilan kepelatihan yang telah lama menghantui Setan Merah.
Kahn, dalam wawancara dengan Sky Germany, menekankan bahwa Manchester United bukan lingkungan yang ideal bagi Nagelsmann untuk mengembangkan karier jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa klub ini dikenal sering berganti pelatih dalam beberapa musim terakhir, yang menghambat konsistensi permainan dan perencanaan strategis. “Dari sudut pandangnya, situasi ini tidak mudah. Ia bukan sosok yang memiliki banyak pengalaman di level tertinggi, khususnya ketika menangani klub di luar negeri,” ujar Kahn.
Menurut Kahn, meski Nagelsmann memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun tim, mengembangkan pemain, dan menanamkan identitas permainan yang jelas, semua itu membutuhkan stabilitas dan waktu — sesuatu yang sulit ditemukan di Manchester United. Ekspektasi instan dari manajemen dan suporter yang menuntut kemenangan segera bertentangan dengan proses membangun tim yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
Kahn menilai, pengalaman Nagelsmann bersama Bayern Munich dan tim nasional Jerman sudah cukup menantang, dan keputusan berpindah ke Premier League harus dipertimbangkan secara matang agar tidak justru menghambat perkembangan karier sang pelatih. “Nama besar Manchester United tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan,” tegasnya.
Kahn menekankan, Nagelsmann perlu memilih klub yang memberinya ruang untuk berkembang, bukan hanya yang paling terkenal.















