Home Berita Olah Raga Lewis Hamilton Serukan Pembebasan Palestina, Kongo, Sudan, dan Suriah di Tengah Persiapan...

Lewis Hamilton Serukan Pembebasan Palestina, Kongo, Sudan, dan Suriah di Tengah Persiapan F1 AS

Sumbawanews.com,- Pembalap Ferrari Lewis Hamilton memanfaatkan panggung Formula 1 untuk mengajak dunia memperhatikan krisis kemanusiaan di Palestina, Kongo, Sudan, dan Suriah. Pernyataan tegas itu disampaikan Hamilton di tengah persiapan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat, menyusul pengumuman resmi rencana gelaran Grand Prix Afrika pada awal dekade 2030-an. Juara dunia tujuh kali itu menegaskan bahwa olahraga tidak boleh mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia.

“Saya pikir kita perlu memastikan bahwa kita terus mendorong untuk membebaskan Kongo, membebaskan Sudan, membebaskan Suriah, membebaskan Palestina. Saya berharap ada banyak perdamaian yang pada suatu saat nanti bisa kita capai,” ujar Hamilton. Pernyataannya muncul di tengah sorotan tajam terhadap Rwanda, yang ditunjuk sebagai tuan rumah GP Afrika, setelah Amnesty International mengungkap dugaan keterlibatan militer negara itu dalam konflik di Republik Demokratik Kongo dan pelanggaran HAM berkelanjutan.

Hamilton menekankan bahwa kehadiran F1 di Afrika tidak boleh menjadi alat pembenaran atau pengalihan perhatian dari penderitaan rakyat di sana. Ia mendorong masyarakat global untuk lebih aktif memahami sejarah dan dinamika politik yang melingkupi benua itu. “Tentu saja pergi ke sana bukan berarti kita mengabaikan hal-hal yang sedang terjadi di sana. Jadi, mudah-mudahan banyak orang mulai mengedukasi diri mereka sendiri tentang apa yang terjadi di sana,” tambahnya.

Pembalap berusia 41 tahun itu mengaku telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mengembalikan balapan F1 ke Afrika. Ia mengungkapkan telah mengadakan puluhan pertemuan dengan CEO F1 Stefano Domenicali, serta melakukan komunikasi langsung dengan para pemimpin negara-negara Afrika demi mewujudkan agenda tersebut. “Saya telah mengadvokasi balapan di Afrika selama bertahun-tahun. Saya melakukan rapat yang tidak terhitung jumlahnya dengan para pemangku kepentingan, termasuk pertemuan dengan Stefano maupun panggilan telepon dengan presiden dari berbagai negara,” katanya.

Dengan menggabungkan suara olahraga dan hak asasi manusia, Hamilton memperlihatkan peran tak biasa seorang atlet sebagai juru bicara kemanusiaan global—di mana balapan bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal keadilan.

Previous articleCelah PHP Baru Ditemukan, Pengguna Diminta Nonaktifkan Fitur Sesi Upload
Next articleGaruda Muda Hancurkan Fiji 7-1, Start Sempurna di Piala Dunia U-15 2026