Home Berita Internasional Arab Saudi Perluas Pabrik Rudal Balistik, Teknologi China Dicurigai Jadi Fondasi

Arab Saudi Perluas Pabrik Rudal Balistik, Teknologi China Dicurigai Jadi Fondasi

Sumbawanews.com,- Arab Saudi diketahui sedang memperluas fasilitas produksi rudal balistik di Al-Duwadimi, sekitar 200 kilometer barat Riyadh, dengan dukungan teknologi yang diduga berasal dari China. Citra satelit dari perusahaan Amerika Serikat, Planet Labs, yang direkam antara April 2025 hingga September 2026, menunjukkan pembangunan dua bangunan baru di kompleks yang telah beroperasi sejak akhir 2021. Salah satu bangunan diduga berfungsi sebagai fasilitas pengecoran propelan roket berbahan bakar padat dengan ukuran dua kali lebih besar dari sebelumnya, sementara bangunan lain kemungkinan digunakan untuk penyimpanan bahan atau komponen rudal. Temuan ini diungkap oleh peneliti dari Foreign Policy Research Institute (FPRI), Sam Lair dan Michael Duitsman, pada 23 Oktober 2026, dan memicu kekhawatiran terhadap perubahan keseimbangan kekuatan militer di Timur Tengah.

Pembangunan infrastruktur tersebut menunjukkan upaya Saudi untuk meningkatkan kapasitas produksi rudal secara mandiri, bukan hanya mengandalkan impor. Struktur baru dilengkapi dinding pelindung ledakan, ciri khas fasilitas produksi bahan berenergi tinggi yang umum ditemukan di negara-negara dengan program rudal maju, termasuk China dan Iran. Analisis FPRI mencatat kesamaan desain antara fasilitas Al-Duwadimi dan pabrik rudal China, menguatkan dugaan bahwa teknologi Beijing menjadi dasar pengembangan industri rudal domestik Saudi. Hubungan kerja sama ini bukan hal baru: pada 1987, Saudi secara rahasia membeli 40 rudal DF-3 dari China, dan pada 2021, laporan menunjukkan China telah membantu Saudi membangun kemampuan produksi rudal di dalam negeri.

Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa fasilitas baru telah mulai memproduksi rudal, dan jenis rudal yang akan dihasilkan masih belum diketahui. Kedutaan Besar Arab Saudi, Kementerian Informasi Saudi, serta otoritas China belum memberikan tanggapan resmi terhadap temuan ini. Proyeksi bahwa fasilitas tersebut mulai beroperasi pada akhir 2026 bergantung pada penyelesaian konstruksi dan pemasangan peralatan produksi.

Previous articleAC Milan Bertemu Udinese, Inter Geser Puncak Klasemen
Next articleRatusan Personel Gabungan Gerebek Kampung Ambon, Sita Senjata Tajam dan Pistol Airsoft