Sumbawanews.com,- Prancis dan Inggris untuk pertama kalinya menggelar latihan udara bersama yang mensimulasikan serangan nuklir, dengan pesawat Rafale Prancis menjalankan misi serangan strategis dan pesawat Typhoon Inggris memberikan pengawalan udara. Operasi bernama Rummy berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di atas Laut Mediterania, diberangkatkan dari Pangkalan Udara Saint-Dizier di timur laut Prancis, dan melibatkan pesawat tanker Airbus A330 MRTT untuk mendukung penerbangan jarak jauh. Latihan ini tidak menggunakan senjata nuklir sungguhan, tetapi menunjukkan integrasi operasional antara dua kekuatan nuklir Eropa dalam skenario pertahanan strategis. Kedua negara menegaskan bahwa kerja sama ini memperkuat kredibilitas penangkalan nuklir dan stabilitas kawasan Euro-Atlantik di tengah meningkatnya ancaman dari Rusia dan ketidakpastian jaminan keamanan Amerika Serikat.
Rafale B milik Angkatan Udara dan Antariksa Prancis, yang merupakan bagian dari Forces aériennes stratégiques (FAS), menjalankan peran sebagai pembawa senjata nuklir simulasi, termasuk rudal ASMPA-R yang telah diuji pada 22 Mei 2024. Sementara itu, Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) bertindak sebagai pengawal udara, membawa rudal udara-ke-udara ASRAAM dan tangki bahan bakar eksternal untuk melindungi Rafale dari ancaman pencegat lawan. Tidak ada bukti atau pengakuan resmi bahwa Typhoon membawa atau meluncurkan senjata nuklir—perannya murni konvensional dalam mendukung misi strategis Prancis.
Kementerian Pertahanan Prancis dan Inggris menegaskan bahwa latihan ini bukanlah langkah menuju penyatuan kendali senjata nuklir, melainkan bentuk koordinasi operasional yang lebih dalam. Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin menyatakan bahwa kepemilikan kekuatan nuklir independen tidak menghalangi kerja sama strategis, sementara Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menekankan bahwa latihan ini menandai babak baru dalam hubungan pertahanan nuklir kedua negara. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis, Jenderal Fabien Mandon, menilai tingkat interoperabilitas antara awak pesawat kedua negara sangat tinggi.
Analisis dari Fondation pour la Recherche Stratégique menyebut keterlibatan Typhoon sebagai “revolusi” bagi FAS, yang selama ini beroperasi secara otonom sejak didirikan pada 1960-an. Meski sebelumnya Rafale pernah berlatih bersama Eurofighter Jerman pada musim panas 2026, Rummy adalah kali pertama pesawat tempur RAF secara langsung terlibat dalam misi simulasi serangan nuklir Prancis. Perkembangan ini memperdalam hubungan militer kedua negara, yang sebelumnya hanya melibatkan pengamatan—seperti saat pejabat Inggris mengamati latihan nuklir Prancis bernama Poker pada Desember 2025—menjadi keterlibatan operasional aktif dalam formasi tempur bersama.















