Sumbawanews.com,- Model AI membantu peneliti menemukan dua kerentanan keamanan kritis di kode inti PHP, yang selama lebih dari 10 tahun tersembunyi dan kini memicu gangguan massal pada situs web di seluruh dunia. Kerentanan bernomor CVE dengan skor keparahan hingga 9.2 ini memengaruhi hampir semua versi PHP sejak 5.4, mengancam platform besar seperti WordPress, Drupal, dan Wikipedia yang menopang sekitar 70 persen situs web global. Eksploitasi terhadap celah ini memungkinkan peretas menjalankan kode jarak jauh tanpa autentikasi atau membaca data sensitif seperti kata sandi, token, dan kunci API langsung dari memori server. Dampaknya terasa hingga layanan pemerintah di Australia, Finlandia, dan Belanda, serta perusahaan asuransi, transportasi, dan media yang terpaksa melakukan pemeliharaan darurat.
Celah ini bukan berasal dari kode aplikasi, melainkan dari kegagalan PHP dalam menangani kesalahan memori saat kehabisan sumber daya. Bahkan situs sederhana seperti “Hello World” tetap rentan jika berjalan di versi PHP terdampak. Peneliti dari Wiz Research berhasil mengembangkan skrip eksploit bernama php2shell dalam hitungan jam berkat bantuan model AI frontier, yang memperkecil hambatan teknis yang dulu memerlukan keahlian tinggi. Temuan ini memperkuat analogi dengan kerentanan Heartbleed dan Log4Shell, sekaligus menandai titik balik di mana AI mengubah celah lama menjadi ancaman nyata dalam waktu singkat.
Tim pengembang PHP telah merilis tambalan utama untuk memperbaiki akar masalah, didukung kolaborasi dengan OpenAI, Calif, dan penyedia layanan cloud seperti AWS, Cloudflare, Google, dan Microsoft. Pengelola server dan pengembang web diimbau segera memperbarui versi PHP ke rilis terbaru yang aman. Belum ada indikasi bahwa semua varian kerentanan telah terungkap, tetapi respons cepat dari ekosistem teknologi diyakini mencegah kerusakan lebih luas.














