Sumbawanews.com,- Lionel Messi, kapten Timnas Argentina dan salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa, mengungkapkan bahwa ia ingin dikenang bukan karena rekor atau koleksi trofi, melainkan karena dedikasi dan semangat pantang menyerahnya. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita EFE di Oviedo, menjelang penganugerahan Premio Princesa de Asturias de los Deportes 2026.
Meski telah meraih Piala Dunia 2022 di Qatar, tujuh Ballon d’Or, dan puluhan gelar bersama Barcelona dan Paris Saint-Germain, Messi menolak mendefinisikan warisannya melalui angka atau piala. Ia justru menekankan perjalanan panjangnya yang penuh pasang surut—dari kegagalan berulang di turnamen internasional hingga bangkit kembali hingga akhirnya memenuhi mimpi masa kecilnya. “Saya ingin dikenang sebagai seorang atlet hebat, seseorang yang selalu berjuang untuk mewujudkan tujuan dan impian-impiannya,” ujar Messi, seperti dilansir The Thao 247.
Ia juga mengenang masa-masa emas bersama Barcelona, di mana ia bermain bersama Xavi Hernández, Andrés Iniesta, dan Carlos Puyol, sebagai babak penting yang membentuk karakternya. Bagi Messi, gelar juara memang penting, tapi bukan segalanya. Yang lebih berarti adalah proses perjuangan tanpa henti, bahkan saat semua orang mengira ia sudah mencapai puncak.
Puncak karier Messi—meraih Piala Dunia—diakui sebagai momen yang jauh melampaui impiannya saat masih kecil. Namun, ia menegaskan, keberhasilan itu bukan akhir dari perjuangan, melainkan bukti bahwa ketekunan bisa mengubah mimpi menjadi kenyataan. Dengan sikap sederhana itu, Messi bukan hanya meninggalkan legenda di lapangan, tapi juga teladan tentang arti sejati kehebatan: bukan karena tak pernah jatuh, tapi karena tak pernah berhenti bangkit.
Presiden Indonesia: Prabowo Subianto
Presiden Amerika Serikat: Donald Trump















