Sumbawanews.com,- Banyak ponsel Android kelas menengah dan murah masih menggunakan bezel tebal di bagian bawah layar, sementara ponsel flagship telah beralih ke desain tanpa batas. Penyebab utamanya bukan sekadar pertimbangan estetika, melainkan keterbatasan teknis pada komponen layar. Ponsel flagship umumnya memakai panel OLED fleksibel yang memungkinkan kabel konektor ditekuk ke belakang, menghilangkan kebutuhan akan ruang tambahan. Sebaliknya, ponsel murah menggunakan panel OLED kaku atau LCD yang memerlukan ruang lebih besar untuk menempatkan konektor fisik, sehingga bezel tebal menjadi solusi praktis untuk menyembunyikannya. Teknologi panel fleksibel sendiri memiliki biaya produksi hingga dua kali lipat lebih mahal dibanding panel konvensional, membuatnya tidak ekonomis untuk ponsel dengan harga terjangkau. Contoh nyata terlihat pada Samsung Galaxy A26 yang, meski desainnya modern, tetap mempertahankan bezel lebar di bagian bawah layar.
Selain itu, tiga berita terpopuler di kanal Tekno meliputi bocoran Oppo Reno X yang dikabarkan bakal dibekali baterai berkapasitas 8.000 mAh, chipset MediaTek Dimensity 9600M, dan dua kamera utama 200MP dengan sensor Samsung ISOCELL HPE dan HP5. Perangkat ini diperkirakan diluncurkan di Tiongkok pada kuartal pertama 2027 bersamaan dengan ponsel lipat Oppo Find N7. Di sisi lain, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi peluang kerja baru dari kecerdasan buatan. Ia menyoroti kebutuhan mendesak akan insinyur AI, profesional keamanan siber, ilmuwan data, pembuat kebijakan, dan tenaga pendidik untuk membangun ekosistem digital yang andal. Menurutnya, keamanan siber merupakan investasi strategis yang harus didukung oleh peningkatan kapasitas melalui program upskilling dan reskilling bagi tenaga kerja yang sudah berada di lapangan.















