Sumbawanews.com,- Persib Bandung meraih prestasi tertinggi sepanjang sejarahnya dalam pemeringkatan klub sepak bola se-Asia Tenggara versi Opta Analyst untuk 2026, mengamankan posisi ketiga dengan skor 74,2 poin. Tim berjuluk Maung Bandung itu hanya kalah dari Johor Darul Ta’zim (80,6 poin) dari Malaysia dan Buriram United (74,6 poin) dari Thailand, sekaligus naik 18 peringkat di level global hingga menempati posisi ke-905 dunia. Prestasi ini mempertegas dominasi Persib sebagai wakil terkuat Indonesia dalam kancah sepak bola regional.
Di tingkat nasional, Persib unggul jauh dari rival utamanya, Persija Jakarta, yang berada di peringkat ketujuh ASEAN dengan 70,2 poin dan posisi 1.461 dunia—meski mengalami penurunan 100 peringkat global. Borneo FC menyusul di peringkat sembilan dengan 70,0 poin, selisih 4,2 poin dari Persib, menunjukkan jurang kekuatan yang signifikan. Di luar tiga besar, tujuh klub Indonesia berhasil menembus 25 besar ASEAN: Dewa United (peringkat 17, 68,3 poin), Persebaya Surabaya (20, 67,7 poin), Bali United (23, 66,0 poin), dan Java United (24, 65,5 poin) melengkapi daftar kebanggaan sepak bola Tanah Air.
Sistem Opta Power Rankings menilai kekuatan klub berdasarkan algoritma statistik yang mengukur performa pertandingan secara dinamis, sehingga peringkat dapat berubah seiring hasil laga mendatang. Dengan kontrak Marc Klok yang berakhir pada 2027 dan rencananya untuk pensiun di Persib, serta keberlanjutan konsistensi skuad seperti Julio Cesar di lini belakang, Persib tampaknya sedang membangun fondasi jangka panjang yang solid.
Kehadiran tujuh klub Indonesia dalam 25 besar ASEAN menjadi bukti nyata peningkatan kualitas sepak bola domestik, sekaligus menegaskan bahwa Persib bukan hanya simbol kebanggaan Bobotoh, tapi juga ujung tombak kemajuan sepak bola Indonesia di kancah Asia Tenggara.















