Sumbawanews.com,- Serhou Guirassy mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 Borussia Dortmund atas Sabah pada Selasa, 20 Oktober 2026, mengantarkannya meraih 23 gol dalam karier Liga Champions—menjadikannya pemain Afrika tersubur kelima dalam sejarah kompetisi tersebut. Dengan total 23 gol dalam hanya 31 penampilan, ia menjadi pemain tercepat keempat yang mencapai angka itu, di belakang Erling Haaland (19 pertandingan), Ruud van Nistelrooy, dan Filippo Inzaghi (masing-masing 29 pertandingan). Gol-golnya mengukuhkan posisinya di antara legenda sepak bola Afrika, menyamai puncak daftar lima besar pencetak gol terbanyak asal benua itu.
Guirassy, penyerang asal Guinea, kini berada di urutan kelima dalam daftar pencetak gol terbanyak asal Afrika di Liga Champions, tepat di bawah Sadio Mané yang mengoleksi 27 gol. Ia berada di atas Samuel Eto’o (30 gol), Didier Drogba (44 gol), dan Mohamed Salah (50 gol) dalam peringkat urutan, namun masih tertinggal empat gol dari Mané. Karena Mané kini bermain di Arab Saudi dan tidak lagi bersaing di liga Eropa, peluang Guirassy untuk menyusulnya semakin terbuka.
Pencapaian ini diraihnya dalam tempo sangat singkat: hanya 31 laga di kompetisi elit Eropa. Dua golnya melawan Sabah menjadi penanda penting, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai salah satu striker paling efisien dalam sejarah Liga Champions. Dengan ritme pencetakannya yang konsisten, Guirassy tidak hanya menjadi andalan Borussia Dortmund, tetapi juga simbol baru kejayaan sepak bola Afrika di panggung Eropa.















