Sumbawanews.com,- Bek kiri Timnas Indonesia Calvin Verdonk bermain full 90 menit saat Lille kalah 2-4 dari Galatasaray pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027, Rabu (21/10/2026) malam WIB, di Stadion Pierre-Mauroy. Verdonk yang mengenakan nomor punggung 24 menjadi bagian dari lini pertahanan yang kebobolan empat kali, meski tetap bertahan hingga peluit akhir meski timnya kewalahan.
Galatasaray membuka skor hanya dua menit setelah laga dimulai lewat Yunus Akgun. Lille menyamakan kedudukan lima menit berselang melalui Soriba Diaoune, yang menerima umpan Alexsandro. Diaoune kembali mencetak gol pada menit ke-39 setelah memanfaatkan umpan Hakon Haraldsson, membuat Lille unggul 2-1. Namun, Alexey Batrakov menyamakan kedudukan menjadi 2-2 menjelang turun minum setelah menerima umpan Roland Sallai. Di babak kedua, Lille semakin kesulitan: Nabil Bentaleb mencetak gol bunuh diri pada menit ke-52, lalu Victor Osimhen memperlebar keunggulan tamu menjadi 4-2 pada menit ke-61 setelah memaksimalkan umpan Baris Yilmaz. Lille yang sempat memasukkan Olivier Giroud tak mampu membalas, dan kekalahan ini membuat mereka tetap tanpa poin dari tiga laga di fase grup.
Verdonk, yang berusia 29 tahun, menjadi satu-satunya pemain Lille yang bermain penuh tanpa diganti. Menurut data Sofascore, ia memiliki rata-rata rating 6,79 dalam 12 bulan terakhir, dengan atribut bertahan menjadi kekuatan utamanya—mencapai skor 74—jauh di atas taktik (56), kreativitas (48), teknik (43), dan menyerang (42). Tren rating bulanannya sempat naik ke angka 7,0 dan 7,1 sebelum pertandingan ini, menunjukkan peningkatan performa. Nilai pasarnya tercatat 2,6 juta euro, dan kontraknya dengan Lille masih berlaku hingga 30 Juni 2028.
Meski profilnya menunjukkan kemampuan bertahan yang solid, Verdonk harus menghadapi tekanan berat dari Victor Osimhen yang kerap memanfaatkan sisi kiri pertahanan Lille. Setelah laga, Verdonk mengakui kesulitan menghentikan Osimhen dan memuji sikap sang penyerang yang tampil penuh percaya diri. Kekalahan ini menjadi tantangan besar bagi Lille untuk memperbaiki koordinasi pertahanan, sementara Verdonk tetap menjadi salah satu pilar yang diandalkan di lini belakang.















