Sumbawanews.com,- Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengungkapkan bahwa sanksi pengurangan poin bagi klub yang terlibat kerusuhan suporter belum termuat dalam kode disiplin, namun sedang dipertimbangkan sebagai regulasi khusus menyusul insiden ricuh dalam laga Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026). Insiden yang membuat babak kedua tertunda 31 menit itu berujung pada kekalahan Persija 2-3, denda total Rp90 juta, serta larangan kehadiran suporter The Jakmania di enam laga tandang selama setengah musim.
Ferry menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan stadion kini menjadi prioritas utama, mengingat penonton pertandingan semakin beragam, termasuk perempuan dan anak-anak. Ia menilai kekerasan yang berulang kali terjadi seolah menjadi tren, sehingga I.League mendorong sanksi lebih berat bagi oknum suporter yang terbukti berulang kali memicu keributan—termasuk kemungkinan larangan seumur hidup untuk hadir ke stadion. Selain itu, panitia pertandingan Persita juga dikenai denda Rp40 juta karena dianggap gagal menjaga ketertiban.
Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman berupa larangan suporter Persija selama enam pertandingan tandang, denda Rp30 juta atas kerusuhan, dan denda tambahan Rp60 juta akibat tiga kali penyalaan petasan serta pelemparan satu flare. Ferry menyarankan agar keputusan ini tidak diajukan ke banding, meskipun secara aturan Persija masih berhak melakukannya. Ia menilai hukuman yang diberikan sudah proporsional dan tidak perlu diperdebatkan lebih lanjut.















