Sumbawanews.com,- Veda Ega Pratama, pembalap muda 17 tahun dari Honda Team Asia, memasuki fase krusial musim Moto3 2026 dengan keunggulan pengalaman di tiga dari lima sirkuit tersisa. Lima balapan terakhir musim ini akan digelar di Phillip Island (Australia), Sepang (Malaysia), Lusail (Qatar), Algarve (Portugal), dan Ricardo Tormo (Spanyol), dengan Veda telah menguasai tiga di antaranya dari ajang sebelumnya.
Pengalaman Veda di Sirkuit Sepang dan Lusail berasal dari dua musim berturut-turut di Asia Talent Cup (ATC) 2022 dan 2023. Di Lusail, ia meraih podium ketiga pada 2022, lalu menyapu bersih dua kemenangan berturut-turut pada 2023—sekaligus mengamankan gelar juara ATC. Di Sepang, ia finis runner-up pada ATC 2022, lalu meraih dua kemenangan dan satu posisi runner-up pada 2023. Pengalaman di Sepang juga diperkuat melalui ajang Asia Road Race Championship (ARRC), di mana ia finis ketiga dan juara di kelas AP250 pada 2023, serta kelima dan ketiga di kelas SSP600 pada 2024.
Sementara itu, di Sirkuit Ricardo Tormo—lokasi penutup Moto3 2026—Veda pernah tampil dalam FIM JuniorGP World Championship 2025, dengan hasil finis kesepuluh. Meski belum pernah menginjakkan kaki di Phillip Island dan Algarve, keandalannya di lintasan yang sudah dikenalnya menjadi modal strategis menjelang finis musim yang penuh tekanan.
Dengan lima balapan tersisa hingga November, Veda berada di titik paling krusial karier junior-nya: bukan lagi sekadar menyesuaikan diri, tapi memanfaatkan keunggulan pengalaman untuk meraih hasil terbaik sebelum naik kelas.















