Sumbawanews.com,- Fadona Titalyana Kusumawati dan Fitriani Sabatini siap bertarung di kualifikasi Piala Dunia Padel 2026 di Kuwait, 26–30 Oktober mendatang, dengan fokus memaksimalkan persiapan fisik, strategi, dan mental. Keduanya telah menjalani pemusatan latihan (TC) intensif dengan sesi latihan dua kali sehari, pengaturan pola makan, dan program pemulihan tubuh untuk menghadapi tantangan di lapangan internasional. Fadona menegaskan, pengalaman di final Asian Games melawan Jepang menjadi bahan evaluasi krusial, terutama dalam hal ketahanan fisik dan kekuatan dukungan suporter. Meski optimistis, tim menekankan pentingnya bermain tanpa beban, dengan tujuan utama lolos ke putaran final—bukan tekanan hasil.
Fadona mengungkapkan, pertemuan dengan Jepang di Kuwait nanti akan menjadi ujian berat, sekaligus peluang untuk mengaplikasikan pemahaman terhadap gaya bermain lawan yang sudah dikenal sejak Asian Games. “Kita sudah tahu cara bermain mereka seperti apa. Tapi kita juga tahu, fisik dan dukungan suporter mereka jauh lebih kuat. Kita harus lebih baik,” ujarnya di Rana Ground Padel, Jakarta, Selasa (20/10). Fitriani menambahkan, peta persaingan di Kuwait diprediksi mirip dengan Asian Games, dengan sejumlah negara yang sudah pernah dihadapi, sehingga pengalaman sebelumnya menjadi aset strategis.
Keduanya menolak membebankan diri dengan ekspektasi tinggi, meski keinginan untuk lolos tetap menjadi tujuan utama. “Kita ingin lolos, tapi kita bermain tanpa beban. Nothing to lose. Kalau terlalu memikirkan hasil, justru bisa gagal. Kita berusaha keras, lalu berserah kepada Yang di Atas,” kata Fadona. Hasil di Asian Games, meski belum membuahkan medali emas, dianggap sebagai pemicu motivasi kuat untuk terus berkembang. Dengan kombinasi latihan ketat, evaluasi mendalam, dan mental yang tenang, Indonesia berharap bisa membawa pulang tiket ke Piala Dunia Padel 2026.















