Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal memperkuat skuadnya dengan pemain keturunan karena regulasi FIFA yang membatasi garis keturunan hanya hingga kakek atau nenek kandung. Empat nama yang sempat menjadi target naturalisasi—Dean Zandbergen, Mauresmo Hinoke, Jairo Riedewald, dan Mitchel Bakker—semuanya terhenti karena darah Indonesia mereka berasal dari generasi buyut, bukan orang tua atau kakek-nenek. Proses administrasi yang tidak memenuhi syarat FIFA menjadi penghalang utama, meski keinginan untuk memperkuat tim tetap kuat.
Dean Zandbergen, penyerang 25 tahun yang kini membela Dinamo Bucuresti, menjadi yang terbaru dinyatakan tidak memenuhi syarat setelah tim kepelatihan menelusuri silsilah keluarganya. Pelatih John Herdman mengonfirmasi bahwa garis keturunan Zandbergen berasal dari buyutnya, bukan dari kakek atau nenek, sehingga tidak memenuhi kriteria FIFA. Nasib serupa dialami Mauresmo Hinoke, pemain muda yang pernah tampil di Maurice Revello Tournament 2024 bersama Timnas Indonesia U-20. Manajer tim U-20 saat itu, Ahmed Zaki Iskandar, menyatakan bahwa darah Indonesia Hinoke juga berasal dari generasi keempat.
Jairo Riedewald, mantan pemain Ajax dan Crystal Palace, menghadapi hambatan berbeda: ketiadaan dokumen pendukung yang valid. Erick Thohir, mantan Ketua Umum PSSI, mengungkap pada Februari 2025 bahwa PSSI belum menemukan bukti administrasi yang memadai untuk diajukan ke FIFA. Selain itu, Riedewald pernah memperkuat Timnas Belanda senior dalam Kualifikasi Piala Eropa 2016, yang memperumit proses perpindahan federasi. Mitchel Bakker, bek berpengalaman yang pernah membela PSG, Bayer Leverkusen, dan Atalanta, juga dinyatakan tidak memenuhi syarat setelah verifikasi awal oleh Exco PSSI Arya Sinulingga pada Januari 2025 menunjukkan garis keturunannya berasal dari buyut. PSSI memutuskan tidak melanjutkan pembicaraan demi menghindari penolakan resmi dari FIFA.
Regulasi FIFA yang ketat membuat harapan Indonesia untuk memanfaatkan bakat pemain keturunan di level tertinggi semakin sulit terwujud. Meski nama-nama seperti Zandbergen, Hinoke, Riedewald, dan Bakker memiliki kualitas internasional, tanpa kepatuhan terhadap aturan garis keturunan langsung, mereka tidak bisa mengenakan jersey Merah Putih.















