Sumbawanews.com,- Tanpa kehadiran Jay Idzes, Sassuolo gagal menang dalam tiga laga terakhir Liga Italia, terpuruk setelah kalah dari Monza (1-2), seri 1-1 melawan AC Milan, dan takluk telak 2-4 dari Frosinone. Bek tengah berusia 26 tahun itu absen sejak cedera robekan otot paha kiri yang dideritanya pada laga melawan Juventus, Senin 14 September 2026 dini hari WIB. Sebagai kapten Timnas Indonesia dan tulang punggung pertahanan Neroverdi, kepergiannya membuat lini belakang Sassuolo kehilangan stabilitas dan kepemimpinan di tengah tekanan lawan. Media Italia, Sassuolo News, menilai kehilangan Idzes sebagai titik balik buruk tim, menggambarkan tim mereka “compang-camping” tanpa sosok yang mampu membaca permainan, mengatur ritme pertahanan, dan memberi ketenangan di zona kritis.
Sassuolo News dalam laporan tertanggal 21 Oktober 2026 menegaskan bahwa Idzes bukan sekadar pemain bertahan biasa, melainkan jantung pertahanan yang mampu mengubah dinamika laga. Kehilangannya memperlihatkan betapa rapuhnya struktur pertahanan Neroverdi tanpa kehadirannya—terutama dalam menghadapi serangan cepat dan umpan terobosan. Dalam tiga pertandingan tanpa Idzes, Sassuolo kebobolan sembilan kali, dengan rata-rata kebobolan 3 gol per laga. Di sisi lain, performa tim di lini depan tak mampu mengkompensasi kelemahan di belakang, sehingga hasil buruk terus berlanjut.
Meski belum ada perkiraan pasti kapan Idzes bisa kembali, tim medis Sassuolo menyatakan proses pemulihan berjalan sesuai rencana. Namun, bagi para suporter dan manajemen, kehadirannya bukan sekadar soal fisik, tapi juga psikologis—seorang pemimpin yang mampu menenangkan rekan-rekannya di tengah tekanan. Dengan jadwal laga berikutnya yang semakin menantang, kebangkitan Sassuolo tampaknya bergantung pada keberhasilan pemulihan Jay Idzes. Tanpa dia, Neroverdi terus berjalan tanpa kompas.















