Sumbawanews.com,- Bhayangkara FC akan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 dalam kondisi tak terkalahkan, dengan catatan satu menang dan empat imbang dari lima laga, mengantongi tujuh poin dan menempati posisi delapan klasemen sementara. The Guardians mencetak 10 gol namun kebobolan delapan kali, sementara PSIM Yogyakarta yang dipimpin caretaker Guntur Cahyo Utomo masih belum menang, hanya mengumpulkan satu poin, dengan produktivitas hanya tiga gol dan kebobolan 10 kali, sehingga terpuruk di zona degradasi peringkat 16. Kedua tim akan bertemu dengan skuad yang mengalami perubahan, karena Bhayangkara FC diperkirakan tanpa dua legiun asing, Matias Ocampo dan Jefferson Brenes, yang absen akibat hukuman kartu merah dan cedera.
PSIM Yogyakarta terus berjuang mengejar ketertinggalan di klasemen, meski minimnya serangan dari trio asing Adrian Purzycki, Nermin Haljeta, dan Ze Valente menjadi tantangan besar. Di sisi lain, Bhayangkara FC yang masih mempertahankan ketahanan bertahan meski kehilangan kekuatan di lini depan, akan berusaha memanfaatkan momen ini untuk melangkah lebih jauh di papan atas. Pelatih Oscar Bruzon harus mengandalkan pemain lokal dan pemain sayap seperti Allano Lima, Milan Ristovski, dan Moussa Sidibe untuk membongkar pertahanan PSIM yang rapuh.
Susunan pemain diperkirakan: Bhayangkara FC (4-3-3) dengan Awan Setho di gawang, di belakang Putu Gede, Kevin Sibille, Nehar Sadiki, dan Firza Andika, lini tengah dikuasai Mauricio Vera, Wahyu Subo Seto, dan TM Ichsan, sementara lini depan diisi Allano Lima, Milan Ristovski, dan Moussa Sidibe. Untuk PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi menjaga gawang, diapit Raka Cahyana, Franco Ramos, Jop van der Avert, dan Yusaku Yamadera, dengan Ze Valente, Savio Sheva, dan Adrian Purzycki menjadi tulang punggung lini tengah, serta Ezequiel Vidal, Mauro Caballero, dan Riyatno Abiyoso sebagai ujung tombak.
Kemenangan menjadi kebutuhan mutlak bagi PSIM agar tidak semakin terpuruk, sementara Bhayangkara FC berambisi memperkuat posisi di tengah klasemen dengan memanfaatkan kelemahan lawan yang sedang krisis kepercayaan diri.















