Sumbawanews.com,- Gelandang muda Julian Miles Oerip, 19, yang kini bermain untuk Jong AZ Alkmaar di Eerste Divisie, menjadi sorotan dalam percakapan soal potensi penguatan Timnas Indonesia menjelang Piala Asia 2027. Pemain kelahiran Belanda pada 26 Oktober 2006 ini memiliki garis keturunan Indonesia dari ayahnya, Arthur Oerip, dengan kakek dan neneknya berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Meski pernah membela tim nasional Belanda U-16 hingga U-19, namun belum ada konfirmasi resmi dari PSSI atau pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bahwa Oerip sedang dalam proses naturalisasi atau telah dipilih untuk bergabung dengan skuad Garuda.
Spekulasi muncul setelah Oerip mengunggah foto sepatu dengan stiker bendera Merah Putih di Instagram Story pada 21 Juli 2026, serta foto bersama Sylvano Comvalius—mantan penyerang Bali United—yang mengenakan jersey Timnas Indonesia berlambang Garuda pada Juni 2026. Namun, tindakan tersebut belum dianggap sebagai bukti resmi keputusan bermain untuk Indonesia. Untuk bisa membela Timnas, Oerip harus memenuhi regulasi FIFA terkait perpindahan asosiasi, yang kompleks mengingat riwayatnya bermain di tim nasional muda Belanda.
Oerip berposisi utama sebagai gelandang serang, tetapi mampu dimainkan di lini tengah maupun sayap kiri. Pada musim 2025/2026, ia tampil 16 kali di Eerste Divisie dengan satu gol dan empat assist. Di musim 2026/2027, ia mencatatkan tiga gol hingga laporan terakhir. Ia juga pernah tampil di UEFA Youth League dan berkembang melalui akademi AZ Alkmaar sejak 2017, setelah sebelumnya bermain untuk CSV Jong Holland dan AFC ’34.
Meski pelatih John Herdman dikabarkan memantau pemain diaspora untuk memperkuat lini serang, terutama yang memiliki kecepatan dan kemampuan menembus pertahanan, posisi alami Oerip sebagai gelandang serang tidak sepenuhnya selaras dengan kebutuhan sayap cepat yang disebutkan. Namun, fleksibilitasnya di lapangan dan pengalaman bermain di kompetisi senior Belanda menjadikannya kandidat menarik untuk dipantau sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar solusi jangka pendek untuk Piala Asia 2027.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai proses naturalisasi, kelengkapan dokumen keturunan, atau kesiapan Oerip untuk menerima panggilan Timnas Indonesia. Ia tetap menjadi salah satu nama paling menarik dalam daftar pemain diaspora, tetapi belum bisa disebut sebagai calon resmi Garuda. Semua masih dalam ranah spekulasi—tapi spekulasi yang didukung oleh latar belakang, performa, dan potensi yang nyata.















