Sumbawanews.com,- Baterai laptop yang mulai rusak menunjukkan gejala perlahan namun jelas. Pengguna sering mengabaikan tanda-tanda awal, seperti daya yang cepat habis, laptop hanya menyala saat dicolokkan, hingga perubahan bentuk fisik akibat baterai kembung. Degradasi sel baterai umumnya terjadi setelah 3–4 tahun pemakaian, membuat performa menurun drastis.
Daya tahan baterai yang menurun signifikan menjadi indikator pertama. Misalnya, laptop yang dulu bisa bertahan seharian kini hanya bertahan setengah hari dengan penggunaan sama. Persentase daya juga bisa anjlok tiba-tiba, misalnya dari 70 persen langsung ke 30 persen, bahkan mematikan perangkat meski indikator masih menunjukkan sisa daya. Kondisi ini paling terasa saat menjalankan tugas berat seperti gaming atau rendering.
Jika laptop langsung mati begitu charger dicabut, kemungkinan besar baterai sudah tidak berfungsi. Sistem pun sering menampilkan notifikasi bahwa baterai perlu diganti. Proses pengisian daya yang memakan waktu lebih dari lima jam, atau persentase yang tidak naik meski sudah lama dicolokkan, juga menandakan degradasi serius. Tanpa perbaikan, perangkat akan terus bergantung pada sumber listrik.
Perubahan fisik menjadi tanda paling berbahaya. Baterai yang kembung menekan komponen di sekitarnya, menyebabkan trackpad, keyboard, atau panel bawah laptop menggembung. Salah satu tanda mudah dikenali adalah laptop yang bergoyang saat diletakkan di permukaan datar, meski kaki karetnya masih utuh. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi merusak komponen internal.















