Sumbawanews.com,- Timnas Futsal Indonesia menutup partisipasinya di Copa das Nacoes de Futsal 2026 dengan kekalahan 1-2 dari Peru dalam laga penentuan peringkat 5–6, Minggu (18/10/2026) dini hari WIB, di Brasil. Gol tunggal Garuda dicetak oleh Yogi Saputra, menyamakan skor sementara setelah Peru unggul 2-0 lebih dulu. Meski tak mampu menyamakan kedudukan hingga wasit meniup peluit akhir, pelatih Hector Souto menilai pengalaman di turnamen ini sebagai modal penting untuk membangun ekosistem futsal yang lebih kuat di Indonesia.
Sebelum menghadapi Peru, Indonesia telah kalah 0-3 dari tuan rumah Brasil dan 0-2 dari Tanjung Verde di fase grup. Dalam laga terakhir, Peru membuka keunggulan lewat dua gol cepat, sementara Indonesia baru mampu memperkecil selisih melalui tandukan Yogi Saputra. Meski berjuang habis-habisan, upaya menyamakan skor tak membuahkan hasil. Namun, Souto menekankan bahwa performa tim menunjukkan progres signifikan—solid di pertahanan saat melawan Brasil, menguasai ritme permainan saat menghadapi Tanjung Verde, dan kembali menunjukkan ketahanan saat melawan Peru.
“Setelah berkompetisi di Spanyol dan kemudian di Brasil, kami kini memiliki 15-20 pemain yang benar-benar memahami standar tertinggi futsal dunia,” ujar Souto. Ia menegaskan bahwa kesadaran akan realitas persaingan global adalah kunci utama pembangunan jangka panjang. “Kita tidak bisa berpura-pura datang dari Asia lalu menganggap bisa lebih baik dari tim-tim Eropa dan Amerika Selatan. Kita harus tahu posisi kita, lalu bekerja keras membangun ekosistem yang lebih baik untuk masa depan para pemain.”
Souto mengakui ekspektasi publik yang tinggi, tetapi ia menilai perkembangan teknis dan taktis tim jauh lebih berharga daripada sekadar angka kemenangan. “Jika Anda analisis permainan, tim ini tampil sangat baik. Mereka solid, disiplin, dan terus berkembang di setiap laga.”
Fokus tim kini beralih ke kualifikasi Piala Asia. Souto menekankan bahwa para pemain akan kembali ke klub masing-masing untuk terus mengasah kemampuan, membawa pulang pengalaman dari Spanyol dan Brasil sebagai bekal untuk menjadi tim yang lebih lengkap di masa depan. “Kami baru saja memulai perjalanan ini. Dengan proses yang benar, saya yakin kita akan berbuat lebih baik di masa depan.”















