Sumbawanews.com,- Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, secara terbuka memprotes keputusan Komite Disiplin RFEF yang memberikan sanksi larangan bertanding empat laga kepada Vinicius Junior, tepat beberapa menit sebelum laga krusial Real Madrid melawan AS Roma dalam lanjutan Liga Champions 2026-2027. Mourinho menilai pengumuman sanksi itu sengaja diumumkan di waktu yang tidak tepat, demi mengganggu fokus tim menjelang pertandingan penting. Ia mempertanyakan mengapa lembaga yang seharusnya netral justru memilih momen paling sensitif untuk mengumumkan hukuman terhadap pemain klub asal Spanyol.
Mourinho mengecam keputusan tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang mengarah pada bias terhadap Real Madrid. “Coba Anda tanyakan kepada Komite Wasit Spanyol mengapa mereka mengumumkan kabar skorsing Vini hanya beberapa menit sebelum dia berlaga di pertandingan penting Champions League,” ujarnya menjelang laga, Jumat (16/10/2026). Ia menambahkan, “Real Madrid adalah klub Spanyol, lantas mengapa mereka justru mengumumkannya saat ini?”
Sanksi empat laga terhadap Vinicius Junior berawal dari insiden dalam laga melawan Villarreal, di mana golnya yang membuat Real Madrid unggul 2-0 dianulir VAR. Wasit memberikan kartu merah langsung setelah menilai Vinicius melakukan pelanggaran dengan menjambak rambut Nathan Saliba dan melakukan protes berlebihan kepada perangkat pertandingan. Hukuman itu berlaku mulai dari laga melawan AS Roma, sehingga Vinicius dipastikan absen meski timnya tengah berjuang di pentas Eropa.
Meski laga melawan Roma berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 bagi Real Madrid, kekalahan ini bukan dari segi skor, melainkan dari keputusan yang dinilai Mourinho sebagai serangan terhadap integritas tim. Ia menegaskan, keputusan RFEF tidak hanya memengaruhi performa tim, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap sistem disiplin sepak bola Spanyol.















