Sumbawanews.com,- Bek Timnas Indonesia Kevin Diks mengungkapkan keinginan kuat untuk bermain satu klub dengan rekan se-timnya, Jay Idzes, meski menyadari tantangan besar di depan. Keduanya, yang telah menjadi tulang punggung lini belakang Garuda sejak Diks resmi menjadi WNI, memiliki hubungan erat di dalam dan luar lapangan—bahkan Diks pernah memimpin tim saat Idzes cedera di gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Diks mengaku telah membicarakan kemungkinan duet ini dengan Idzes pada tahun lalu, namun menekankan bahwa realisasi rencana itu sangat sulit karena faktor transfer, kontrak, dan kebutuhan klub.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Diks mencapai 5 juta euro (sekitar Rp87 miliar), sementara Idzes berada di angka 14 juta euro (sekitar Rp243 miliar), sehingga total potensi investasi untuk mendatangkan keduanya mencapai 19 juta euro (Rp330 miliar). Selain biaya, klub yang tertarik harus mempertimbangkan negosiasi dengan klub saat ini, jadwal kontrak, dan kebutuhan taktis—faktor-faktor yang membuat mimpi duet ini masih jauh dari kenyataan.
Diks, yang bergabung dengan Borussia Mönchengladbach sejak 2025, telah mencatat 39 penampilan di semua kompetisi dengan lima gol semuanya tercipta di Bundesliga. Ia berharap pengalamannya di Jerman bisa membuka pintu bagi pemain Indonesia lain untuk menembus kompetisi kasta tertinggi sepak bola Eropa. “Saya pikir banyak pemain Timnas Indonesia layak bermain di Bundesliga. Tapi sepak bola tidak semudah itu—ada banyak variabel di balik transfer,” ujarnya dalam sesi media roundtable Bundesliga, Rabu (14/10/2026).
Di sisi lain, pelatih Timnas Indonesia John Herdman diketahui tengah memantau dua nama diaspora: Demiane Agustien dan Julian Oerip, yang bermain di Belanda dan Curaçao. Kedua pemain ini menjadi sorotan dalam upaya memperkuat skuad Garuda dengan talenta dari luar negeri, meski belum ada kepastian proses naturalisasi atau panggilan resmi.















