Sumbawanews.com,- Real Madrid menang 4-3 atas AS Roma di Stadio Olimpico pada matchday 2 Liga Champions 2026/2027, menyusul kebangkitan dramatis di menit-menit akhir setelah tertinggal 1-3. Gol Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rüdiger—yang mencetak gol penentu pada menit ke-90—membalikkan keadaan bagi tim tamu. Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi pelatih Jose Mourinho, yang sebelumnya melatih Roma dan membawa klub itu menjuarai UEFA Conference League 2021/2022 serta mencapai final Liga Europa 2022/2023.
Para suporter Roma menyambut Mourinho dengan spanduk penghormatan, mengenang jasanya di ibu kota Italia. Namun, setelah peluit panjang berbunyi, Mourinho tak melakukan selebrasi berlebihan. Ia hanya mengacungkan jari ke arah tribun, gestur yang langsung menjadi sorotan. Mourinho kemudian menjelaskan bahwa tindakannya bukan bentuk provokasi, melainkan penghormatan. “Tidak ada apa-apa, kami menang dan saya sedang merayakannya. Saya sangat menghormati Roma,” ujarnya dikutip dari Sky Sports Italia.
Pergantian pemain strategis di babak kedua—dengan masuknya Carlos Espi dan Endrick—menjadi kunci balikkan skor. Gol kemenangan Rüdiger lahir dari eksekusi tendangan pojok yang diumpankan Arda Güler. Meski meraih kemenangan penting di kandang lawan, Mourinho memilih untuk tetap tenang, menghargai ikatan batinnya dengan klub yang pernah ia bawa ke puncak eropa.
Roma, yang sempat unggul lewat gol awal, gagal mempertahankan keunggulan setelah kehilangan fokus di babak akhir. Real Madrid, dengan kemenangan ini, mengukuhkan diri sebagai tim yang mampu bangkit dari jurang kekalahan. Sementara Mourinho, meski kini memimpin Los Blancos, tetap menjadi sosok yang dihormati di Roma—bukan hanya sebagai pelatih, tapi sebagai bagian dari sejarah klub.















