Sumbawanews.com,- An Se Young resmi menduduki peringkat satu dunia bulutangkis tunggal putri dengan 122.287 poin, unggul jauh dari Wang Zhi Yi yang berada di posisi kedua dengan 103.989 poin. Prestasi ini mencerminkan dominasi mutlaknya dalam persaingan internasional selama setahun terakhir, berkat konsistensi luar biasa di 13 turnamen individu yang diikutinya. Dari seluruh turnamen tersebut, satu-satunya kekalahan datang di All England, sementara sisanya ia selalu mencapai final, dengan catatan terburuknya hanya babak perempat final di Japan Open 2026.
Poin yang mengantarkannya ke puncak tidak hanya berasal dari gelar juara, tetapi juga dari sistem perhitungan BWF yang mempertimbangkan 10 hasil terbaik dalam 52 minggu terakhir. Dari sepuluh turnamen itu, sembilan di antaranya adalah gelar juara, dan satu berasal dari pencapaian tim Indonesia di Uber Cup. Yang mengejutkan, dua gelar juara An Se Young—di Singapore Open dan China Masters, masing-masing bernilai 11.000 poin—tidak terpakai dalam perhitungan poin utamanya. Bahkan poin runner-up di All England senilai 10.200 poin pun tidak masuk ke dalam daftar terbaiknya, membuktikan betapa banyaknya gelar juara yang ia kumpulkan hingga harus membuang hasil gemilang lainnya.
Di Tur Eropa, An Se Young tetap menjadi juara bertahan di Denmark Open dan France Open. Namun, jika ia gagal mempertahankan poin tersebut, cadangan poin dari Singapore Open dan China Masters—yang sama-sama bernilai 11.000—siap menjadi penyangga agar posisinya tetap tak tergoyahkan. Dengan segala pencapaian ini, An Se Young tidak hanya memimpin peringkat, tetapi juga menciptakan standar baru dalam konsistensi dan dominasi di era bulutangkis modern.















