Sumbawanews.com,- Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Guru Besar Universitas Diponegoro, Prof. Eng. Agus Setyawan, menjelaskan bahwa manfaat ekonomi mulai terasa sejak tahap prakonstruksi, termasuk pembangunan jalan dan infrastruktur PLTP, yang menyerap tenaga kerja lokal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat tidak hanya sebagai buruh, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang menyediakan kebutuhan operasional pembangkit, seperti bahan pangan dan jasa pendukung. Agus juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan dan penelitian energi geothermal.
Di sisi lain, Agus menegaskan bahwa keberadaan Candi Gedong Songo harus dilindungi sepenuhnya dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas pengembangan energi. Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Jawa Tengah, Fahmi Bastian, mempertanyakan urgensi penambahan kapasitas pembangkit baru di Jawa Tengah, mengingat pasokan listrik saat ini sudah surplus sekitar 2.800 MW dari kebutuhan puncak 5.200 MW. Ia mengkhawatirkan risiko ekonomi akibat pembangkit yang tidak terserap optimal, serta potensi konflik agraria jika lahan masyarakat dipaksa dilepaskan demi proyek berstatus Proyek Strategis Nasional. Fahmi juga menyoroti tingginya biaya pengeboran sumur geothermal yang tidak selalu menjamin hasil sesuai proyeksi, sehingga kelayakan proyek harus dinilai secara menyeluruh, mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.















