Sumbawanews.com,- Manajemen Persib Bandung mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas insiden penyerangan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Batang, Minggu (11/10) malam. Serangan yang diduga dilakukan oleh oknum suporter itu tidak hanya menyebabkan kekerasan fisik terhadap personel dan kerusakan kendaraan, tetapi juga dugaan penjarahan koper milik ofisial tim muda Persib. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan bentuk rivalitas olahraga, melainkan kriminalitas yang tidak dapat ditoleransi. Manajemen juga telah melaporkan kejadian ini kepada PSSI dan I League, sambil mengimbau Bobotoh untuk tidak terpancing provokasi dan menyerahkan penanganan kepada aparat hukum.
Adhitia menyatakan, keselamatan para pemain muda, ofisial, dan staf adalah prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan atas nama dukungan terhadap klub. “Segala bentuk tindakan yang membahayakan keselamatan personel, ofisial, maupun pemain, terlebih para atlet muda, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perbedaan dukungan antar suporter tidak pernah bisa menjadi pembenaran untuk intimidasi, perusakan, atau pengambilan barang tanpa hak. Tindakan itu, menurutnya, melanggar prinsip dasar sportivitas sepak bola.
Manajemen Persib menuntut proses hukum yang profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar semua pelaku dapat diidentifikasi dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, mereka juga mengingatkan bahwa tindakan balasan dari pihak mana pun justru berpotensi memperluas konflik dan merugikan banyak pihak. “Persib menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas,” tegas Adhitia. Tim manajemen berharap semua pihak, termasuk para pendukung, dapat menjaga ketenangan dan mempercayakan proses hukum berjalan secara adil.















