Sumbawanews.com,- Lonjakan biaya memori RAM dan penyimpanan NAND flash akibat tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan dan layanan awan diprediksi mendorong kenaikan harga lima perangkat elektronik utama pada 2027. Kondisi ini diperparah oleh kelangkaan komponen, regulasi ketat, dan persaingan pasokan bahan baku baterai dari sektor kendaraan listrik dan pusat data AI.
Smartphone menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan Apple dan Samsung diprediksi menaikkan harga produk unggulan mereka, termasuk iPhone 18 Pro dan Galaxy S27. Laporan Omdia memperkirakan ketersediaan ponsel pintar di bawah USD 400 akan merosot hingga 22%. Powerbank juga ikut terkena imbas, karena kenaikan harga bahan kimia lithium heksafluorofosfat dan lithium karbonat, ditambah sertifikasi keselamatan ketat dari otoritas penerbangan Tiongkok yang memperberat biaya produksi.
Perangkat pemutar media seperti Roku, Amazon Fire Stick, dan Apple TV turut mengalami kenaikan harga signifikan—Roku Ultra misalnya, naik dari USD 100 menjadi USD 150 pada 2026—dengan tren ini diperkirakan bertahan hingga 2027. Di sektor hiburan, konsol game seperti Xbox Series X telah mengalami kenaikan harga sekitar 60% sejak peluncuran, sementara Microsoft memperkirakan biaya penyimpanan akan melonjak lima kali lipat pada musim liburan 2027. Sony dan Nintendo juga telah menyesuaikan harga PS5 dan Nintendo Switch 2.
Router rumah tangga tidak luput dari tekanan harga. Memori khusus untuk perangkat pita lebar melonjak hampir 700% pada 2026, sementara produsen sering kali hanya mendapat sisa pasokan setelah prioritas diberikan kepada pabrikan ponsel. Regulasi baru dari Federal Communications Commission di AS yang membatasi penggunaan router buatan luar negeri karena alasan keamanan nasional semakin menambah beban biaya manufaktur yang akhirnya ditanggung konsumen.















