Jakarta, Sumbawanews. Tim dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menyampaikan beberapa hal terkait status smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta (IKASUM) Jaya Minggu 10/11 di Cibubur Jakarta.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah Tokoh Sumbawa dan Sumbawa Barat di Jakarta, antara lain Fahri Hamzah, Amir Jawas, dan sejumlah Diaspora yang telah lama bermukim di Jakarta, yang terdiri dari berbagai profesi dan aktivitas. Pihak AMNT antara lain hadir, Ahmad Salim, Senior Manager External Relation, Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact.
Ahmad Salim dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Smelter yang belum lama beroperasi di KSB bahan bakunya berasal dari kabupaten Sumbawa, telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 16 Tahun 2025. (Perubahan Kedelapan atas Permenko Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional, Red).
Setelah menjadi PSN katanya tentu sangat positif bagi Sumbawa karena akan menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga secara maksimal dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.
Menurutnya ada beberapa perijinan yang kini tengah diselesaikan, antara lain ijin pinjam pake Kawasan Hutan dan penyelesaian aspek Analisa Terhadap Dampak Lingkungan AMDAL. Beberapa waktu yang lalu telah dilakukan sosialisasi. Jika semua perijinan selesai sesuai jadwal maka masa konstruksi akan dimulai pada pertengahan 2027.
Pada kesempatan itu juga Mad Salim demikian biasa dipanggil, bahwa beberapa hari lalu perusahaan telah mendapatkan konfirmasi perpanjangan Ijin Usaha Produksi Khusus (IUPK) oleh pemerintah. Sehingga sebelum berakhirnya masa produksi di Batu Hijau KSB telah mendapat kepastian untuk melanjutkan ke Blok Elang.
Pihak AMNT mengakui tengah membenahi beberapa hal tujuannya agar perusahaan dapat memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat setempat. Misalnya akan memprioritaskan pengusaha lokal dan UMKM dengan beberapa kemudahan. Termasuk pembinaan agar mereka dapat benar-benar menjadi mitra strategis perusahaan. Seleksi untuk menjadi daftar rekanan dipermudah dan diperioritaskan.
Begitu pula penggunaan tenaga kerja lokal membuka lebih banyak kesempatan kerja di semua jenjang. Menyerap hasil-hasil pertanian perikanan dan peternakan lokal, kendati pun untuk terdapat kendala yang tidak mudah.
Dalam kesempatan tanya jawab Amir Jawas salah satu Tokoh dari KSB, mempertanyakan uang triliunan rupiah itu ke mana larinya? Mengapa masyarakat KSB masih banyak yang miskin padahal tambang sudah lebih 25 tahun ? Mengapa bagian ke daerah penghasil terlalu kecil dibandingkan uang yang lari ke pemerintah pusat ?
Menyangkut Dana Bagi Hasil, peserta lain merespon bahwa itu sudah ditetapkan oleh Undang-Undang, Pembagian Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Berapa bagian masing-masing pusat, provinsi dan daerah penghasil.
“Makanya sudah benar kalau Sumbawa menjadi provinsi maka bagian ke provinsi dan daerah penghasil akan dapat dua jatah sekaligus.” Ujar Putra Yadi Surya Diputra salah satu peserta sekalgus pengisi ceramah tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. (007)














