Sumbawanews.com,- Kabar angin mengenai kemungkinan Park Ji-sung bergabung sebagai staf kepelatihan Timnas Vietnam memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta sepak bola Asia Tenggara. Meski belum dikonfirmasi resmi, laporan dari media Vietnam The Thao 247 menyebut nama legenda Manchester United itu sebagai calon asisten pelatih di bawah kepemimpinan Kim Sang-sik, menyusul kegagalan Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026, di mana mereka gagal masuk tiga besar setelah kalah dari Malaysia di pertandingan perebutan peringkat ketiga.
Reaksi publik terbelah. Sebagian suporter menyambut hangat kehadiran Park, mengingat reputasinya sebagai ikon sepak bola Asia yang pernah membela Setan Merah di Eropa dan memiliki basis penggemar luas di kawasan ini. Kehadirannya diprediksi mampu meningkatkan citra internasional Timnas Vietnam dan memicu gelombang perhatian media yang masif. Namun, banyak pihak meragukan kesesuaian perannya, mengingat karier pasca-pensiun Park lebih banyak di bidang manajemen dan penasihat teknis, bukan pelatihan langsung di lapangan yang menuntut kehadiran fisik rutin dan analisis taktis mendalam.
Kekhawatiran utama muncul dari kebutuhan nyata tim: peningkatan efektivitas dalam situasi bola mati—tendangan bebas, sepak pojok, dan pertahanan udara—yang menjadi titik lemah Vietnam di turnamen terakhir. Para kritikus menekankan bahwa nama besar dan popularitas tidak cukup menggantikan pengalaman teknis dalam merancang skema latihan dan membaca permainan lawan. Sementara itu, kegagalan Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026—meski mereka juara Piala AFF 2026—menjadi pemicu tekanan untuk melakukan perubahan besar, termasuk mempertimbangkan sosok dengan daya tarik global seperti Park.
Di tengah spekulasi, satu hal jelas: Vietnam sedang berusaha bangkit dari kekalahan strategis, dan keputusan apapun yang diambil akan diawasi ketat oleh seluruh Asia Tenggara.















