Sumbawanews.com,- Legenda Arsenal Robert Pires tiba di Jakarta pada Jumat (9/10/2026) dan langsung menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari para penggemar sejak ia mendarat di bandara. Bersama rombongan legenda Arsenal, ia akan bertanding melawan tim legenda Manchester United dalam laga persahabatan bertajuk *The Rivalry Returns* di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (10/10/2026) malam. Ini merupakan kunjungan keduanya ke ibu kota Indonesia, setelah pertama kali datang sekitar satu dekade lalu.
Pires mengaku tersentuh oleh keramahan masyarakat Jakarta yang masih ia ingat dengan jelas. “Sejujurnya, pertama-tama, terima kasih banyak atas sambutan hangat yang saya terima tadi malam ketika tiba di bandara. Sambutan itu sangat menyenangkan,” ujarnya dalam konferensi pers pra-laga. Ia mengingat kota ini penuh dengan lalu lintas padat yang didominasi sepeda motor, namun yang lebih membekas adalah kehangatan orang-orang di sekitarnya.
Pires, yang menjadi bagian penting dari era kejayaan Arsenal di bawah Arsène Wenger, mengenang rivalitas sengit antara Arsenal dan Manchester United pada masa lalu—duel yang sering memanas di Highbury maupun Old Trafford. Ia secara khusus menyebut Gary Neville sebagai bek yang paling sulit dihadapinya. “Menghadapinya selalu sulit bagi saya!” katanya, mengingat pertarungan fisik dan mental yang kerap terjadi di antara keduanya.
Namun, ia menekankan bahwa pertandingan di Jakarta bukanlah lanjutan dari dendam masa lalu. “Saya rasa situasi hari ini dan besok akan berbeda. Kami hanya ingin menikmati pertandingan, dan saya berharap masyarakat juga bisa menikmatinya seperti kami.” Laga ini dirancang sebagai ajang hiburan sekaligus perayaan sejarah sepak bola Inggris, dengan menghadirkan deretan bintang legendaris dari kedua klub.
Dari sisi Arsenal, tim legenda diperkuat oleh Thierry Henry, Patrick Vieira, Ashley Cole, Bacary Sagna, Petr Cech, dan tentu saja Pires. Sementara itu, Manchester United mengirimkan Rio Ferdinand, Nemanja Vidić, Edwin van der Sar, Carlos Tevez, Ryan Giggs, dan Radamel Falcao. Kehadiran para ikon ini membangkitkan kembali memori rivalitas klasik yang pernah mendefinisikan Premier League selama bertahun-tahun—namun kali ini, dengan nuansa persahabatan dan kegembiraan.















