Sumbawanews.com,- Ribuan warga Maroko turun ke jalan di Rabat pada Rabu malam, 8 Oktober 2026, menuntut pemerintah segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Aksi yang diprakarsai oleh Moroccan Front in Support of Palestine and Against Normalization itu digelar memperingati tiga tahun serangan brutal Israel di Gaza, dengan peserta membentangkan spanduk bertuliskan “Tidak Ada Normalisasi, Tidak Ada Kompromi” dan “Rakyat Maroko Bersama Perlawanan dan Menolak Normalisasi”. Mereka juga meneriakkan yel-yel solidaritas untuk Palestina dan mendesak pemerintah membatalkan kesepakatan normalisasi yang diumumkan pada 2020. Panitia aksi, Abdelhamid Amin, menegaskan bahwa isu Palestina kini mendapat perhatian internasional jauh lebih besar sejak 7 Oktober 2023, dan aksi ini bertujuan mempertahankan dukungan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Gelombang protes serupa juga terjadi di sejumlah kota besar Maroko, termasuk Marrakech dan Tangier, dengan tuntutan yang sama: penghentian normalisasi hubungan dengan Israel dan pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa. Aksi ini bukan yang pertama—beberapa hari sebelumnya, unjuk rasa serupa juga berlangsung di luar gedung parlemen.















