Sumbawanews.com,- AS Roma, di bawah asuhan pelatih Gian Piero Gasperini, menetapkan target jangka panjang untuk merebut gelar juara Serie A dalam tiga tahun ke depan. Meski musim ini baru berjalan lima pertandingan dengan koleksi 13 poin yang membuat mereka sejajar dengan Inter Milan dan Lazio di puncak klasemen, Gasperini menegaskan bahwa pembangunan tim ini adalah proses bertahap yang tidak bisa dipaksakan. Pelatih berusia 68 tahun itu, yang sebelumnya sukses membawa Atalanta menjadi kekuatan Eropa selama sembilan tahun, menyatakan bahwa meski lebih cepat lebih baik, perjalanan menuju Scudetto pasti akan melewati pasang surut.
Dalam wawancara eksklusif dengan *Corriere della Sera* menjelang laga tandang melawan Como, Gasperini menegaskan: “Rencana kami adalah mencapainya dalam tiga tahun. Kami tentu tidak keberatan jika itu terjadi lebih cepat, namun kami sadar perjalanannya masih panjang.” Ia menekankan bahwa tidak ada formula ajaib dalam membangun tim juara—konsistensi, ketahanan mental, dan kemampuan melewati masa-masa sulit adalah kunci utama. Pengalaman panjangnya di Atalanta, termasuk meraih Liga Europa 2024 dan konsistensi di Liga Champions, menjadi fondasi filosofi yang ia bawa ke Roma.
Ini adalah musim kedua Gasperini menangani Giallorossi setelah bergabung pada musim panas 2025. Roma sendiri terakhir kali menjadi juara Serie A pada 2001, dan awal musim yang impresif memberi angin segar bagi para suporter. Donyell Malen menjadi sosok kunci di lini depan, memimpin daftar top skor Serie A dengan enam gol hingga laga kelima. Dengan kombinasi pengalaman pelatih, performa awal tim, dan visi jangka panjang yang jelas, Roma kini bukan lagi sekadar tim yang berharap—mereka sedang membangun sebuah proyek ambisius untuk kembali ke puncak sepak bola Italia.















