Sumbawanews.com,- Calvin Verdonk, fullback kiri Timnas Indonesia, menilai laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand menjadi tolok ukur penting bagi skuad Garuda menjelang Piala Asia 2027. Pertandingan yang berlangsung di akhir 2026 itu, menurutnya, memberikan gambaran nyata tentang sejauh mana kemampuan tim dalam menghadapi lawan selevel di grup yang sama di turnamen Asia mendatang.
Timnas Indonesia tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand—tiga tim yang semuanya menjadi tantangan besar. Verdonk mengakui Jepang berada di level berbeda, tetapi ia meyakini peluang meraih hasil positif masih terbuka melawan Thailand dan Qatar, terutama setelah melihat perlawanan ketat yang diberikan Thailand di final ASEAN Cup. “Pertandingan ini penting karena Thailand berada di grup yang sama dengan kami, begitu juga Jepang. Jepang sangat bagus dan saat ini berada di level yang berbeda. Namun, kami punya peluang melawan Thailand dan Qatar,” ujar Verdonk usai laga.
Meski telah meraih gelar juara ASEAN Cup 2026, Verdonk menekankan bahwa kepuasan bukanlah tujuan. Pemain LOSC Lille itu menegaskan bahwa Timnas Indonesia harus terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas permainan. “Kami memiliki pemain berkualitas, tetapi kami masih harus terus berkembang. Kami memang harus bermain lebih baik, tetapi kami menang, jadi tidak masalah,” katanya.
Sebelum tiba di Piala Asia 2027 di Arab Saudi, Timnas Indonesia masih memiliki agenda FIFA Matchday pada November 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi rencana tim untuk menjalani pertandingan tandang sebagai bagian dari persiapan akhir. Langkah ini dianggap krusial untuk menguji ketahanan dan adaptasi tim di luar kandang sebelum menghadapi lawan-lawan berat di Asia.
Dengan fondasi dari kemenangan di ASEAN Cup 2026 dan fokus pada evaluasi berkelanjutan, Timnas Indonesia mulai membangun arah jelas menuju target perempatfinal di Piala Asia 2027.















