Sumbawanews.com,- Di tengah hingar-bingar perayaan juara Timnas Indonesia atas Thailand lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 dalam 120 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 5 Oktober 2026, Ole Romeny membentangkan jersey nomor 7 milik Marselino Ferdinan—pemain yang tak ikut bertanding karena masih dalam proses pemulihan cedera. Aksi sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol kebersamaan tim, di mana keberhasilan ini bukan hanya milik para pemain di lapangan, tapi juga mereka yang berjuang dari pinggir lapangan.
Ole, yang tampil sebagai starter di semua empat laga Timnas selama turnamen, mencatat satu gol dan empat assist—semuanya mengalir ke Mitchell Baker, pencetak lima gol sepanjang turnamen. Kolaborasi dinamis antara Baker sebagai target man dan Ole yang bergerak bebas menjadi kunci serangan Garuda. Dengan 14 penampilan sejak debut pada 20 Maret 2025, Ole kini mengoleksi tujuh gol dan enam assist untuk Timnas.
Ketika ditanya mengapa ia memilih membawa jersey Marselino, Ole menjawab dengan sederhana namun menggetarkan: “Ya jelas, saya memikirkan saudara saya, karena jersey ini juga untuk saya. Jadi, Anda tahu, saya memikirkan dia ketika sedang berproses.” Baginya, trofi ini bukan sekadar gelar pertama Timnas Indonesia di ajang senior, tapi bukti bahwa keluarga besar Timnas tetap utuh, meski satu di antaranya harus menyaksikan dari bangku cadangan.
Marselino, yang kini memperkuat Persija Jakarta, merespons aksi itu dengan mengunggah foto momen tersebut di media sosial dan memberi emoji hati—tanda bahwa kebersamaan di luar lapangan tak kalah kuat dari yang tercipta di atas rumput.
Sementara itu, Praz Teguh, yang menonton laga final dari dalam pesawat saat bepergian bersama keluarga, mengaku ingin berteriak kegirangan, tapi tak bisa—karena tak ada sinyal. Namun, kebanggaan itu tetap menyala, seperti halnya semangat yang dibawa Ole dalam jersey nomor 7 itu: juara bukan hanya soal skor, tapi soal hati yang tetap menyatu.















