Home Berita Olah Raga Indonesia vs Thailand: Final Sejarah di Depan Pendukung Sendiri

Indonesia vs Thailand: Final Sejarah di Depan Pendukung Sendiri

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan bertemu Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini menjadi kesempatan emas bagi Garuda untuk mengakhiri penantian 69 tahun dan meraih gelar juara pertama dalam sejarah turnamen ini, meski catatan head-to-head jelas memihak Gajah Perang. Dari 78 pertemuan sepanjang sejarah, Indonesia menang 25 kali, Thailand 37 kali, dan 16 kali berakhir imbang. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Indonesia belum pernah menang, dengan tiga seri dan empat kekalahan.

Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, saat Rizky Pora menyamakan kedudukan pada menit ke-65 dan Hansamu Yama membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-70. Namun, Thailand membalas dengan kemenangan 2-0 di leg kedua di Bangkok, melalui gol Siroch Chatthong, dan mengamankan trofi dengan agregat 3-2. Sejak itu, Indonesia gagal menang dalam enam pertemuan berikutnya, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Thailand pada Piala AFF 2022 di Jakarta, di mana Marc Klok mencetak gol lewat penalti dan Sarach Yooyen menyamakan skor.

Dalam 35 pertemuan terakhir, Thailand unggul 19-13 atas Indonesia, dengan tiga hasil imbang. Dua dari tiga kemenangan Indonesia dalam 10 pertemuan terakhir justru terjadi di kandang sendiri: selain 2016, Indonesia juga menang 2-1 atas Thailand pada fase grup Piala AFF 2010 di SUGBK, berkat brace Bambang Pamungkas pada menit ke-82 dan 90+1 setelah tertinggal lebih dulu. Faktor kandang menjadi satu-satunya harapan besar bagi Indonesia, karena semua kemenangan terakhir mereka atas Thailand terjadi di Jakarta.

Pelatih Indonesia, John Herdman, mengakui kekuatan lawan sekaligus memahami gaya permainan pelatih Thailand, Anthony Hudson, yang pernah menjadi staf pelatih AS saat Herdman menangani Kanada. Keduanya, sama-sama berasal dari Inggris, saling mengenal strategi dan filosofi permainan. Namun, tantangan terbesar Herdman bukan hanya mengalahkan taktik Hudson, tapi juga mengubah sejarah yang selama satu dekade memihak Thailand. Jika mampu memanfaatkan semangat pendukung di SUGBK dan memutus tren tujuh laga tanpa kemenangan, Indonesia bukan hanya akan menang atas Thailand — tapi mencatatkan nama mereka di puncak sejarah sepak bola Asia Tenggara.

Previous articleEgy Maulana Vikri Sorot, Peluang Masuk Tim Inti Lawan Thailand Menanti
Next articleIndonesia Pecahkan Rekor Medali di Asian Games 2026, Raih 39 Keping